Tribun

Virus Corona

Moderna Menolak Bocorkan Resep Vaksin Covid-19 Produksinya

Moderna mengaku tidak memiliki rencana membagikan resep vaksin Covid-19 produksinya.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
Moderna Menolak Bocorkan Resep Vaksin Covid-19 Produksinya
AFP/FRED TANNEAU
Seorang petugas medis memegang botol vaksin Moderna Covid-19 di Quimper, Prancis barat. (23 Juli 2021). Pengawas obat-obatan Eropa telah menyetujui penggunaan vaksin anti-coronavirus Moderna untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun, menjadikannya suntikan kedua bagi remaja untuk digunakan di benua tersebut. (Fred TANNEAU / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Moderna mengaku tidak memiliki rencana membagikan resep vaksin Covid-19 produksinya.

Ketua perusahaan pada Senin (11/10/2021) mengatakan, para eksekutif menyimpulkan bahwa lebih baik Moderna meningkatkan produksi daripada membocorkan resep vaksin itu.

Menurut perusahaan, hal ini adalah cara terbaik untuk meningkatkan pasokan global.

Kepada The Associated Press, Noubar Afeyan juga menegaskan kembali janji yang dibuat Moderna setahun lalu. 

Janji itu adalah untuk tidak memaksakan pelanggaran paten pada orang lain yang membuat vaksin virus corona selama pandemi.

Baca juga: Vaksin Moderna Dihentikan Sementara di Eropa, Waspada Jika Alami KIPI Nyeri Dada dan Sulit Bernapas

Baca juga: Khawatir Efek Samping, Penggunaan Vaksin Moderna Dihentikan di Swedia dan Denmark

(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 02 Desember 2020, logo Moderna terllihat di kampus Moderna di Norwood, Massachusetts.
(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 02 Desember 2020, logo Moderna terllihat di kampus Moderna di Norwood, Massachusetts. (Joseph Prezioso / AFP)

"Kami tidak harus melakukan itu," kata Afeyan.

"Kami pikir itu adalah hal yang benar dan bertanggung jawab untuk dilakukan."

"Kami ingin itu membantu dunia," tambahnya.

Sebelumnya, badan kesehatan PBB mendesak produsen vaksin Moderna untuk membagikan formula vaksin Covid-19 miliknya.

Menanggapi hal ini, Afeyan mengatakan perusahaan tengah menganalisis hal itu.

"Dalam enam hingga sembilan bulan ke depan, cara paling andal untuk membuat vaksin berkualitas tinggi dan efisien adalah jika kami membuatnya," kata Afeyan.

Ditanya tentang saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lainnya, dia berpendapat bahwa permohonan semacam itu mengasumsikan "bahwa kita tidak bisa mendapatkan kapasitas yang cukup, tetapi sebenarnya kita tahu kita bisa."

"(Moderna) berubah dari nol produksi menjadi memiliki 1 miliar dosis dalam waktu kurang dari setahun," kata Afeyan, dikutip dari Daily Sabah

Afeyan menyoroti pesatnya pengembangan dan produksi vaksin Covid-19 dari perusahaan yang berbasis di Massachusetts ini.

Dia juga mencatat bahwa $2,5 miliar dan 10 tahun dihabiskan untuk mengembangkan platform yang membuat vaksin Covid-19 Moderna.

Vaksin Covid-19 adalah satu-satunya produk komersial Moderna.

Minggu lalu, perusahaan ini mengumumkan rencananya untuk membuka pabrik vaksin di Afrika.

Moderna merupakan perusahaan farmasi dan bioteknologi yang berkantor pusat di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

Perusahaan ini fokus menggunakan teknologi vaksin berdasarkan mRNA.

Berdasarkan laporan The New York Times pada 23 September 2021, vaksin Moderna lebih protektif daripada vaksin Pfizer-BioNTech dalam beberapa bulan setelah vaksinasi. 

Dalam foto selebaran yang diambil dan dirilis pada 29 Desember 2020 oleh Pasukan AS Korea, seorang anggota Angkatan Darat Amerika Serikat Korea menerima putaran pertama vaksin Moderna di Pangkalan Udara Osan, selatan Seoul.
Dalam foto selebaran yang diambil dan dirilis pada 29 Desember 2020 oleh Pasukan AS Korea, seorang anggota Angkatan Darat Amerika Serikat Korea menerima putaran pertama vaksin Moderna di Pangkalan Udara Osan, selatan Seoul. (HANDOUT / US FORCES KOREA / AFP)

Baca juga: Moderna vs Pfizer: Penelitian Tunjukkan Efektivitas Setara di Awal, tapi Kini 1 yang Lebih Unggul

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesi Disebut Terkendali, Tapi Pakar Ingatkan Angka Kematian Masih Tinggi

Studi yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine menemukan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech memiliki efektivitas 88,8 persen, dibandingkan dengan Moderna yang 96,3 persen.

Menurut penelitian CDC, kemanjuran vaksin Pfizer-BioNTech terhadap rawat inap turun dari 91 persen menjadi 77 persen setelah empat bulan dari dosis kedua.

Sementara vaksin Moderna tidak menunjukkan penurunan selama periode yang sama.

Diketahui vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna mengandalkan platform mRNA yang sama.

Pada uji klinis awal, keduanya memiliki kemanjuran yang mirip terhadap infeksi simtomatik: 95 persen untuk Pfizer-BioNTech dan 94 persen untuk Moderna.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas