Tribun
Deutsche Welle

Pemimpin G20 Berjanji Bantu Afganistan Tanpa Mengakui Taliban

KTT G20 pada Selasa (12/10) menggarisbawahi satu hal, bahwa bantuan kemanusiaan untuk Afganistan sangat krusial, tapi dilakukan tanpa…

Bagaimana merespons ancaman teror yang sedang berlangsung di Afganistan juga tetap menjadi agenda utama G20. Taliban sebelumnya telah menghadapi serangan dari Islamic State Khorasan (ISIS-K).

Menurut pernyataan dari Gedung Putih, "para pemimpin membahas pentingnya mempertahankan fokus pada upaya kontraterorisme yang bertahan lama, termasuk terhadap ancaman ISIS-K.”

Diskusi G20 untuk memerangi ancaman teror muncul setelah perwakilan UE dan AS mengadakan pembicaraan informal mengenai masalah tersebut dengan Taliban di Doha. Namun, Taliban telah menolak bekerja sama dengan AS dan negara-negara lain untuk memerangi terorisme.

Bersiap untuk gelombang pengungsi

Bagaimana menangani gelombang baru migran juga tetap menjadi perhatian khususnya bagi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Menurutnya, Turki yang sudah menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah, tidak akan tahan dengan masuknya pengungsi dari Afganistan. Oleh karenanya, ia memperingatkan para pemimpin Uni Eropa menyiapkan diri untuk terjadinya lebih banyak migrasi.

Untuk mengurangi tekanan terhadap negara-negara tetangga Afganistan, G20 bekerja sama dengan UNHCR, akan menjajaki pilihan-pilihan yang aman dan legal bagi pengungsi asal Afganistan.

(gtp/pkp)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas