Tribun

Film Dokumenter Perang Jepang di Indonesia Akan Diputar di Jakarta Tahun Depan

Film dokumenter peperangan Jepang di Indonesia tahun 1945, akan ditayangkan di Jakarta tahun depan dan diharapkan memberikan gambaran keadaan sebenar

Editor: Johnson Simanjuntak
Film Dokumenter Perang Jepang di Indonesia Akan Diputar di Jakarta Tahun Depan
Richard Susilo
Produser dan sutradara Shin-ichi Ise (72) di depan bioskop Chupki di Tabata Tokyo kemarin (14/10/2021). Ditayangkan setiap hari jam 12:30 kecuali Rabu jam 10:30. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Film dokumenter peperangan Jepang di Indonesia tahun 1945, akan ditayangkan di Jakarta tahun depan dan diharapkan memberikan gambaran keadaan sebenarnya mengenai saat itu kepada masyarakat Indonesia nantinya.

"Rencana kami memang setelah corona ini menyurut, tahun depan kita coba tayangkan film dokumenter "Ima ha Mukashi" (Saat ini adalah Masa Lampau) di Jakarta. Film dibuat apa adanya kenyataan saat perang dulu, sehingga masyarakat Indonesia bisa melihat sendiri situasi kondisi saat itu," papar Produser dan Sutradara Shin-ichi Ise (72) anak ketiga (terkecil) dari Chonosuke Ise (1912-1974) khusus kepada Tribunnews.com kemarin (14/10/2021).

Sebanyak 130 rol film yang dibuat Chonosuke telah ditemukan di arsip film Belanda di Den Haag, di antaranya 80 film dokumenter dan sisanya film pemberitaan saat perang Jepang di Indonesia.

"Belanda menyimpan semua rol film itu dengan sangat baik. Saya sangat terharu melihat karya ayah saya tersebut saat ke Den Haag Belanda," paparnya lagi.

Penemuan itu juga direkam ke dalam filmnya "Ima ha Mukashi" termasuk diskusinya dengan pihak Museum Film Den Haag tersebut.

Selain itu juga memasukkan diskusinya, curhat wanita lansia Indonesia yang pernah merasakan penjajahan Jepang di Indonesia. Disajikan apa adanya tanpa sensor apa pun oleh Ise.

Produser dan sutradara Shin-ichi Ise (72) ketika berdialog dengan para penonton di dalam bioskop Chupki usai penayangan filmnya
Produser dan sutradara Shin-ichi Ise (72) ketika berdialog dengan para penonton di dalam bioskop Chupki usai penayangan filmnya "Ima ha Mukashi" (Saat ini adalah masa lampau). (Foto Richard Susilo)

"Memang sakit dan menderita rasanya kalau mengalami keadaan perang. Itu bisa kita pakai untuk merenungkan diri bersama, agar tidak sampai terjadi perang di masa mendatang karena akan merugikan semu apihak adanya perang itu."

Ise juga berniat untuk melihat sendiri sungai Bengawang Solo di Solo yang dimasukkan lagunya ke dalam film tersebut dan mengakhiri film itu dengan diiringi lagu Bengawan Solo.

Ayah Shinichi, Chonotsuke ke Indonesia selama 3 tahun  dengan tugas membuat film propaganda  yang memuji Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya di Jepang.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas