Tribun
BBC

Warga Singapura serbu situs Singapore Airlines hingga sempat ‘down’, tapi tidak bisa ke Indonesia

Mulai 19 Oktober, penduduk Singapura bisa bebas bepergian ke 10 negara tanpa harus menjalani karantina dan dengan jumlah tes PCR yang lebih

Meski tingkat vaksinasi di Singapura telah mencapai 83%, pemerintah baru-baru ini kembali menerapkan aturan pengetatan sehingga jumlah orang yang bisa berkumpul di tempat umum hanya mencapai dua orang.

Aturan tersebut mengejutkan bagi beberapa pihak lantaran pemerintah Singapura sebelumnya mengatakan bakal meninggalkan strategi 'nol Covid' dan memberlakukan kebijakan hidup bersama dengan virus corona.

Hal lain yang mengejutkan adalah perubahan aturan perjalanan, dua hari setelah diumumkan. Melalui aturan baru, anak-anak di bawah usia 12 tahun boleh ikut serta.

"Saya senang kita telah memutuskan untuk menempuh satu arah, dan saya lega kita tetap pada keputusan itu," kata Low.

"Penting memperlihatkan keteguhan itu pada komunitas global dan warga negara—punya arah kebijakan membantu dan setelahnya kita hanya perlu mengelola ekspektasi ke depan."

Kebijakan yang berubah-ubah mendorong sejumlah warganet untuk membuat meme di internet.

https://twitter.com/SGAG_SG/status/1435077590390173697?s=20


Singapura membentang sejauh 50km dari timur ke barat dan bagi beberapa orang, kurangnya opsi perjalanan domestik menjadi serbasalah.

"Pandemi membuat saya benar-benar menghargai apa yang kami miliki di Singapura," kata Kristel Quek, salah satu pendiri start-up mata uang kripto.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas