Tribun

Virus Corona

Biden: FDA dan CDC Akan Putuskan Soal Izin untuk Vaksin Booster J&J Beberapa Minggu Mendatang  

Studi US National Institutes of Health menunjukkan dosis ketiga vaksin J&J menghasilkan lebih sedikit antibodi dibanding booster Pfizer maupun Moderna

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
Biden: FDA dan CDC Akan Putuskan Soal Izin untuk Vaksin Booster J&J Beberapa Minggu Mendatang  
AFP
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang berakhirnya perang di Afghanistan, di Gedung Putih pada 31 Agustus 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan mendatang akan memutuskan 'apakah akan menyetujui penggunaan dosis penguat (booster) vaksin virus corona (Covid-19) Johnson & Johnson (J&J)'.

Pernyataan ini disampaikan Presiden AS Joe Biden pada hari Kamis kemarin.

"Kami mengharapkan keputusan akhir dari FDA dan CDC dalam beberapa minggu ke depan," kata Biden, saat konferensi pers.

Baca juga: Sebaran 915 Kasus Corona 15 Oktober 2021: Jakarta Tertinggi 124 Kasus Baru, Bali Urutan ke-5

Baca juga: Update Corona Global Kamis 14 Oktober 2021: Kasus Aktif Indonesia Turun Lagi, Berada di Urutan ke-65

Baca juga: Selamatkan AS dari Gagal Bayar, Presiden Biden Teken RUU Pagu Utang 28,9 Triliun Dolar AS

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (15/10/2021), ia menjelaskan FDA dan CDC saat ini sedang meninjau data tentang vaksin tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh US National Institutes of Health menunjukkan bahwa dosis ketiga vaksin J&J menghasilkan lebih sedikit antibodi dibandingkan booster Pfizer maupun Moderna.

FDA sejauh ini telah menyetujui booster vaksin Pfizer untuk digunakan di AS, sementara dua produsen lainnya yakni Moderna dan J&J sedang menunggu persetujuan.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas