Tribun

Virus Corona

Kasus Covid-19 Tinggi, RI Belum Buka Pintu Masuk untuk Rusia

Saat ini Indonesia telah membuka pintu masuk penerbangan bagi 19 negara. Namun belum memasukan Rusia dari daftar tersebut.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Kasus Covid-19 Tinggi, RI Belum Buka Pintu Masuk untuk Rusia
freepik
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat ini Indonesia telah membuka pintu masuk penerbangan bagi 19 negara. Namun belum memasukkan Rusia dari daftar tersebut.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menerangkan, Rusia belum memenuhi kriteria negara dengan kondisi Covid-19 level 1 dan 2.

Yakni, jumlah kasus per 100 ribu penduduk dan positivity rate yang rendah.

"Di masa pandemi utamanya pemerintah mempertimbangkan dari jumlah kasus per 100 ribu penduduk dan positivity rate yang rendah," ujar Wiku melalui pesan singkat whatAppsnya, Kamis (21/10/2021).

Saat ini, diketahui terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Rusia.

Baca juga: Indonesia Peringkat ke-23 Kasus Harian Corona di Dunia 21 Oktober 2021, Tambah 633 Kasus Positif

Presiden Vladimir Putin bahkan memerintahkan, libur kerja massal selama sepekan. Total kasus saat bisa mencapai 30 ribu kasus dalam sehari atau menjadi yang tertinggi selama pandemi di negara itu.

Adapun kesembilanbelas negara yang diizinkan tersebut masuk RI ialah Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Aturan Pelaku Perjalanan Internasional ke Bali dan Kepri

Semua pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut dapat masuk ke Bali dan Kepri selama mengikuti persyaratan sebelum dan saat kedatangan.

Seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi dua kali dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris serta memiliki hasil (tes) RT-PCR negatif dalam kurun waktu 3×24 jam.

Kemudian, para pelaku perjalanan melakukan karantina selama lima hari.

Baca juga: BREAKING NEWS Update Corona Indonesia 21 Oktober 2021: Tambah 633 Kasus, Total 4.237.834 Positif

Selama proses karantina berlangsung di Bali dan Kepri, WNA/WNI yang masuk Indonesia tidak diperbolehkan keluar dari kamar/private villa/kapal (live on board) sampai masa karantina berakhir dan akan dilakukan pemeriksaan PCR lagi pada hari keempat karantina.

pembiayaan karantina akan dilakukan secara mandiri bagi seluruh penumpang penerbangan internasional yang masuk dan tidak ada yang dibiayai oleh Pemerintah.

Oleh karenanya, sebelum boarding menuju Bali/Kepri, mereka harus menunjukkan bukti booking hotel/villa/kapal.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas