Tribun

Virus Corona

Kamboja Jadi Negara Ke-71 yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sputnik V

Kamboja telah mengesahkan penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) buatan Rusia Sputnik V dan Sputnik Light.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Kamboja Jadi Negara Ke-71 yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sputnik V
FATIMA SHBAIR/GETTY IMAGES EROPA/GETTY IMAGES VIA AFP
Dosis vaksin Sputnik V Coronavirus terlihat di atas meja selama konferensi pers yang mengumumkan dimulainya kampanye vaksinasi Jalur Gaza pada 22 Februari 2021 di Kota Gaza, Gaza. Pejabat dan petugas kesehatan termasuk yang pertama menerima vaksin Sputnik V buatan Rusia setelah 22.000 vaksin disumbangkan ke Jalur Gaza oleh Moskow dan UEA. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengatakan bahwa Kamboja telah mengesahkan penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) buatan Rusia Sputnik V dan Sputnik Light.

Secara otomatis, langkah ini telah membuat Kamboja menjadi negara ke-71 yang menyetujui penggunaan Sputnik V.

"Pendaftaran vaksin ini dilakukan di bawah otorisasi penggunaan darurat. Total populasi di semua negara yang menyetujui Sputnik V berjumlah 4 miliar orang atau lebih dari 50 persen populasi bumi," bunyi pernyataan RDIF.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (1/11/2021), Sputnik V diresmikan pada 11 Agustus 2020 untuk menjadi vaksin virus corona pertama yang terdaftar di dunia.

Baca juga: AS Akan Tempatkan Sputnik V dan Vaksin Lain di Daftar Hijau Setelah Dapat Izin WHO

Vaksin ini didasarkan pada platform vektor adenovirus manusia.

Menurut RDIF yang mendukung pembuatan vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Center, efektivitas vaksin ini mencapai 97,6 persen.

Ini berdasar pada analisis data tentang kejadian infeksi Covid-19 diantara warga Rusia yang divaksinasi dengan dua dosis vaksin, yakni antara 5 Desember 2020 hingga 31 Maret 2021.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas