Tribun

Virus Corona

Otoritas Kesehatan Prancis: Vaksin Moderna Tidak Direkomendasikan untuk Usia di Bawah 30 Tahun

Otoritas kesehatan masyarakat Prancis mengajurkan agar masyarakat di bawah 30 tahun tidak diberikan vaksin Covid-19 Moderna.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Otoritas Kesehatan Prancis: Vaksin Moderna Tidak Direkomendasikan untuk Usia di Bawah 30 Tahun
IST
ILUSTRASI Vaksin Moderna - Otoritas kesehatan masyarakat Prancis tidak merekomendasikan vaksin Moderna untuk usia di bawah 30 tahun. 

TRIBUNNEWS.COM - Otoritas kesehatan masyarakat Prancis mengajurkan agar masyarakat yang berusia di bawah 30 tahun tidak diberikan vaksin Covid-19 Spikevax Moderna.

Mereka justru merekomendasikan vaksin Comirnaty Covid-19 Pfizer, dari pada Moderna.

Pasalnya, Moderna memiliki risiko terkait jantung yang relatif lebih tinggi.

Dilansir CNA, Haute Autorite de Sante (HAS), yang tidak memiliki kekuatan hukum untuk melarang atau melisensikan obat-obatan tetapi bertindak sebagai penasihat untuk sektor kesehatan Prancis, mengatakan bahwa sangat jarang ada risiko miokarditis dan penyakit jantung.

Itu berdasarkan data terbaru tentang vaksin Moderna dan dalam penelitian Prancis yang diterbitkan pada Senin (8/11/2021).

Baca juga: Pfizer Minta AS Izinkan Vaksin Booster Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas

Baca juga: Vaksinasi Anak Dinilai Penting, Agar Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19

"Dalam populasi berusia di bawah 30 tahun, risiko ini tampaknya sekitar lima kali lebih rendah dengan vaksin Comirnaty Pfizer dibandingkan dengan jab Spikevax Moderna," kata HAS.

Keputusan di Paris muncul setelah regulator di beberapa negara lain, termasuk Kanada, Finlandia dan Swedia, juga mengambil sikap yang lebih defensif terhadap Spikevax atas masalah keamanan terkait jantung yang mempengaruhi usia muda.

Regulator obat Uni Eropa, EMA pada bulan lalu menyetujui vaksin booster Moderna untuk semua kelompok usia di atas 18 tahun, setidaknya enam bulan setelah dosis kedua.

EMA awal tahun ini mengatakan bahwa mereka telah menemukan kemungkinan hubungan antara kondisi jantung inflamasi yang sangat langka dan vaksin Covid-19 dari vaksin Pfizer dan Moderna.

Namun, menurut EMA, manfaat dari kedua suntikan mRNA dalam mencegah Covid-19 terus lebih besar daripada risikonya, menyerukan pandangan serupa yang diungkapkan oleh regulator AS dan Organisasi Kesehatan Dunia.

(Tribunnews.com/Yurika)

Artikel terkait lainnya

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas