Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Minta China Bebaskan Jurnalis Wuhan yang Laporkan Wabah Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Inza Maliana
zoom-in AS Minta China Bebaskan Jurnalis Wuhan yang Laporkan Wabah Covid-19
Twitter
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan.

Washington lantas mendesak Beijing untuk membebaskan jurnalis tersebut.

Zhang dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena laporannya di lapangan tentang wabah virus corona di Wuhan .

"Kami telah berulang kali menyatakan keprihatinan serius kami tentang sifat sewenang-wenang penahanannya dan perlakuan buruknya selama itu. Kami mengulangi seruan kami ke RRC (Republik Rakyat China) untuk pembebasannya segera dan tanpa syarat," kata juru bicara departemen luar negeri AS Ned Price kepada wartawan pada Senin (8/11/2021).

Baca juga: Myanmar Mendakwa Jurnalis AS dengan Pasal Terorisme dan Penghasutan

Baca juga: Hari Pahlawan, Kaum Muda Bisa Teladani Sosok Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia Roehana Koeddoes

Zhang Zhan
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan.

Mengutip Independent, Zhang telah melakukan mogok makan intermiten sejak penahanannya pada Mei 2020.

Zhang telah kehilangan berat badan dan dilaporkan dicekok paksa makan melalui selang makanan.

Mengutip laporan tentang kondisi kesehatannya, Price mengatakan bahwa pemerintah AS memiliki "keprihatinan serius tentang sifat sewenang-wenang penahanannya dan perlakuan buruknya selama itu".

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami mengulangi seruan kami ke RRT untuk pembebasannya segera dan tanpa syarat,” tambahnya.

Baca juga: China Akan Uji Puluhan Ribuan Sampel Bank Darah di Wuhan Untuk Selidiki Asal-Usul Covid-19

Baca juga: Perusahaan Amerika yang Didanai AS Disebut Meneliti Virus Corona di Lab Wuhan Sejak 2014

Mantan pengacara berusia 38 tahun itu telah melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari 2020 ketika kasus-kasus awal penyakit virus corona dilaporkan.

Ia mendokumentasikan dan menyiarkan langsung apa yang dia lihat di jalan-jalan dan rumah sakit di Wuhan – pusat penyebaran virus corona – meskipun ada ancaman dari otoritas China.

Dalam liputannya, ia memposting cerita terkait Covid -19 di akun media sosialnya, termasuk penahanan jurnalis independen lainnya dan pelecehan terhadap keluarga korban yang meminta pertanggungjawaban dari pemerintah atas wabah tersebut.

Zhang dinyatakan bersalah pada Desember karena "memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah".

Pihak berwenang China mengklaim bahwa liputannya "dibuat dengan jahat."

Pekan lalu, keluarganya mengatakan dia "mungkin tidak akan selamat" karena sangat kurus.

Kakaknya Zhang Ju menulis di Twitter: “Zhan memiliki tinggi 177cm, sekarang dia memiliki berat badan kurang dari 40kg. Dia mungkin tidak akan selamat dari musim dingin yang akan datang. Saya harap dunia mengingat bagaimana dia dulu.”

Postingan media sosial Zhang menyebabkan kemarahan baru dan tuntutan untuk pembebasan saudara perempuannya.

Kelompok hak asasi Amnesty International dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 4 November mendesak pemerintah China untuk “segera membebaskannya sehingga dia dapat mengakhiri mogok makannya dan menerima perawatan medis yang tepat yang sangat dia butuhkan.”

Organisasi itu mengatakan dia berada pada "risiko kematian di penjara" jika tidak "segera dibebaskan" untuk perawatan.

Sementara itu, kelompok advokasi jurnalisme Reporters Without Borders (RSF) menominasikan Zhang untuk penghargaan kebebasan pers 2021 untuk keberanian.

Pada September, sebuah surat bersama oleh RSF dan koalisi 44 LSM hak asasi manusia mendesak Presiden China Xi Jinping untuk membebaskan Zhang.

Berita lain terkait Wuhan

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas