Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Busa Beracun Cemari Sungai Delhi India

Sungai Yamuna India saat ini telah sangat tercemar dengan busa putih beracun yang menutupi mayoritas permukaan airnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Busa Beracun Cemari Sungai Delhi India
KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO
Ilustrasi busa di sungai. Sungai Yamuna India saat ini telah sangat tercemar dengan busa putih beracun yang menutupi mayoritas permukaan airnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Sungai Yamuna India saat ini telah sangat tercemar dengan busa putih beracun yang menutupi mayoritas permukaan airnya.

Terlepas dari bahaya yang dapat ditimbulkan, masih banyak orang di New Delhi, ibu kota negara itu mandi hingga memancing di sungai tersebut.

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (11/11/2021), menurut laporan lokal, buih putih ini kali pertama terlihat pada Senin lalu di dekat Kalindi Kunj di pinggiran Delhi.

Dalam video yang dibagikan secara online, busa yang menyerupai gunung es kecil itu dapat dilihat di atas perairan Sungai Yamuna yang mengalir deras.

Ini bukan pertama kalinya busa yang disebabkan oleh tingginya kadar amonia dan fosfat itu terbentuk di jalur air.

Karena buih serupa pernah muncul pada Juli 2020.

Baca juga: Viral Pria Terombang-ambing di Samudera Hindia Selama 2 Hari 2 Malam, Selamat Berkat Sebilah Bambu

Rekomendasi Untuk Anda

Komite Pemantau Yamuna yang kini telah dibubarkan pun meminta otoritas kota dan federal untuk menyelidiki masalah ini secara menyeluruh.

Paparan langsung polusi air ini tentunya dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan masalah pada pernafasan.

Jalur air ini mengalir melalui Uttar Pradesh, provinsi terpadat di dunia.

Baca juga: Kebakaran Tewaskan Empat Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit India, 36 Lainnya Selamat

Perlu diketahui, sekitar 70 persen pasokan air untuk Delhi berasal dari sungai, dan dari sungai pula, tersedia mata pencaharian bagi banyak nelayan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, busa itu muncul saat udara kota pulih dari pesta kembang api yang diadakan untuk menandai festival Diwali pada akhir pekan lalu.

Konsentrasi partikel beracun PM2.5 pun melonjak jauh di atas tingkat 'aman'.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas