Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

China dan AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama untuk Atasi Perubahan Iklim

China dan Amerika Serikat (AS) sepakat akan bekerja sama meningkatkan upaya untuk mengatasi perubahan iklim.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in China dan AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama untuk Atasi Perubahan Iklim
(moneycontrol)
Bendera Amerika Serikat (AS) dan China - China dan AS sepakat akan bekerja sama untuk mengatasi perubahan iklim. 

TRIBUNNEWS.COM - China dan Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mereka sepakat bekerja sama meningkatkan upaya untuk memerangi perubahan iklim.

China dan AS merupakan dua negara dengan penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia.

Melansir Al Jazeera, kedua negara akan meningkatkan kerja sama mengatasi perubahan iklim, termasuk dengan mengurangi emisi metana, melindungi hutan, dan menghapus batu bara secara bertahap.

Dalam pernyataan bersama yang diumumkan pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) di Glasgow, Skotlandia, negara-negara tersebut mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan untuk melipatgandakan upaya memerangi perubahan iklim dengan tindakan nyata.

Baca juga: COP26: Tersisa Sedikit Waktu, Tapi Segunung Tantangan Atasi Krisis Iklim

Baca juga: KLHK: Ada Progres Positif Negosiasi Indonesia di KTT Iklim COP 26 Glasgow

Dua negara pencemar karbon terbesar itu mengatakan kesepakatan mereka menyerukan aksi iklim yang ditingkatkan di tahun 2020-an menggunakan pedoman kesepakatan iklim Paris 2015, termasuk target pengurangan emisi baru yang lebih kuat pada tahun 2025.

Perjanjian tersebut juga menyerukan peraturan konkret dan pragmatis dalam dekarbonisasi, mengurangi emisi metana dan memerangi deforestasi.

“Kedua belah pihak mengakui bahwa ada kesenjangan antara upaya saat ini dan tujuan Perjanjian Paris sehingga kami akan bersama-sama memperkuat aksi iklim,” kata utusan iklim China, Xie Zhenhua, Rabu (10/11/2021).

Utusan khusus iklim China, Xie Zhenhua.
Utusan khusus iklim China, Xie Zhenhua berbicara tentang deklarasi peningkatan aksi iklim di tahun 2020 selama konferensi perubahan iklim COP26 di Glasgow pada 10 November 2021.
Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Xie, kesepakatan itu akan melibatkan rencana konkret untuk tindakan yang ditingkatkan pada dekade ini.

Kedua negara juga akan bekerja pada finalisasi buku aturan Perjanjian Paris pada KTT iklim PBB di Glasgow.

Kesepakatan 2015 mengikat negara-negara untuk bekerja membatasi kenaikan suhu global antara 1,5°C dan 2°C melalui pengurangan emisi.

Xie mengatakan bahwa China dan AS telah melakukan 30 pertemuan virtual selama 10 bulan terakhir untuk menghasilkan inisiatif.

“Sebagai dua kekuatan besar di dunia, China dan Amerika Serikat harus mengambil tanggung jawab untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam mengatasi perubahan iklim,” katanya.

Utusan khusus iklim AS, John Kerry.
Utusan khusus iklim AS, John Kerry berbicara selama pernyataan bersama China dan AS tentang deklarasi peningkatan aksi iklim di tahun 2020 selama konferensi perubahan iklim COP26 di Glasgow pada 10 November 2021.

Baca juga: Batu Bara Tetap Jadi Andalan di Tengah Krisis Iklim

Baca juga: Hadiri COP26, Gus Muhaimin Tawarkan Dua Solusi Atasi Ancaman Perubahan Iklim

AS dan China bersama-sama menyumbang sekitar 40 persen dari semua polusi karbon.

Utusan iklim AS, John Kerry mengatakan bahwa negara-negara tersebut juga sepakat untuk mengurangi emisi metana dan bahwa perjanjian dengan China merupakan pernyataan dukungan untuk keberhasilan KTT iklim PBB.

“Bersama-sama kami menetapkan dukungan kami untuk COP26 yang sukses, termasuk elemen-elemen tertentu yang akan mempromosikan ambisi, tetapi izinkan saya menjelaskan bahwa deklarasi ini adalah langkah yang dapat kami bangun untuk menutup kesenjangan."

"Setiap langkah penting saat ini dan kami memiliki perjalanan panjang di depan kita,” kata Kerry pada konferensi pers.

(Tribunnews.com/Yurika)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas