Tribun
Deutsche Welle

Khawatir Rusia Semakin Kuat, AS Kembali Jatuhkan Sanksi Atas Pipa Nord Stream 2

Sanksi terbaru tidak menargetkan perusahaan utama, tapi menyasar perusahaan pelayaran dan kapal yang terkait Rusia. AS khawatir proyek…

Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (22/11) kembali memberlakukan sanksi baru terhadap perusahaan yang terlibat dalam proyek pipa gas Nord Stream 2 yang menjadi proyek kontroversial Rusia dan Jerman.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan sanksi terbaru ini akan diarahkan pada perusahaan pelayaran bernama Transadria Ltd dan kapalnya, Merlin. Ini berarti delapan orang atau entitas dan 17 kapal kini terkena sanksi.

Seperti apa sanksi tersebut?

Terlepas dari tekanan Partai Republik, pemerintahan Biden belum menjatuhkan sanksi kepada perusahaan utama yang mengerjakan jaringan pipa gas tersebut. Biden pun bersikeras akan pentingnya menjalin kerja sama dengan sekutu utama mereka, Jerman.

Sanksi terhadap Transadria dijatuhkan sebagai bagian dari laporan yang perlu diajukan kepada Kongres untuk mengambil tindakan terhadap pipa tersebut.

Selama ini AS, Ukraina, dan beberapa negara Uni Eropa telah menyuarakan keprihatinan mereka bahwa Nord Stream 2 akan meningkatkan pengaruh Rusia dalam politik regional dan membawa risiko bagi keamanan energi Eropa.

"Bahkan ketika pemerintah terus menentang pipa Nord Stream 2, termasuk melalui sanksi, kami terus bekerja dengan Jerman dan sekutu, serta mitra lainnya untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh pipa tersebut," kata Blinken dalam pernyataannya, Senin.

Ukraina khawatir royalti berkurang

Ukraina selama ini menerima royalti besar dari pengangkutan gas alam yang diproduksi di Rusia untuk dikirim ke Jerman dan Eropa Tengah melewati wilayahnya. Dengan segera beroperasinya pipa bawah laut Nord Stream 2, negara itu kini khawatir akan kehilangan pendapatan yang signifikan.

Saat Presiden Donald Trump masih berkuasa, Nord Stream 2 adalah salah satu titik sentral pertikaian antara Washington dan Berlin. Pemerintahan Trump pada akhir 2019 memberlakukan sanksi yang menangguhkan pekerjaan konstruksi pipa tersebut.

Seperti Trump, Joe Biden juga berpendapat bahwa dengan adanya jalur pipa ini, Jerman dan Eropa akan semakin bergantung pada Rusia sebagai pemasok energi. Namun pemerintahan Biden dan Jerman berhasil mencapai kesepakatan pada Juli lalu yang mencakup dukungan untuk Ukraina dan ancaman sanksi jika Rusia dianggap menggunakan pipa pengiriman bahan bakar tersebut sebagai 'senjata' untuk melancarkan agendanya.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas