Tribun
Deutsche Welle

Bocah 8 Tahun Tewas, Korban Meninggal Tabrak Lari di Wisconsin Jadi 6 Orang

Seorang bocah lelaki berusia delapan tahun menjadi orang keenam yang tewas setelah seorang pengemudi menabrakkan mobilnya ke parade…

Bocah 8 Tahun Tewas, Korban Meninggal Tabrak Lari di Wisconsin Jadi 6 Orang

Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun, korban tabrak lari yang mematikan hari Minggu (21/11) di Milwaukee, Waukesha, negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat, meninggal pada Selasa (23/11), sehingga korban tewas sejauh ini menjadi enam jiwa.

Lebih dari 60 orang terluka dalam insiden tersebut.

Berita duka itu muncul ketika tersangka Darrell Brooks Jr hadir pertama kali di pengadilan, didakwa dengan lima tuduhan pembunuhan yang disengaja. Komisaris pengadilan menetapkan jaminan sebesar $5 juta (Rp71,3 miliar).

Apa yang kita ketahui sejauh ini?

Darrell Brooks Jr, 39, telah dibebaskan dengan jaminan beberapa hari sebelumnya setelah ditangkap karena sengaja menyerang seorang wanita dengan mobilnya. Polisi juga telah menerima pengaduan gangguan rumah tangga pada hari penyerangan, tetapi tidak berhasil melacak keberadaannya sebelum kejadian tabrak lari saat parade Natal di Waukesha.

Pihak berwenang mengatakan dia sengaja menerobos penghalang polisi yang menutup jalan untuk parade. Saksi mata mengatakan bahwa si pengemudi tidak berusaha untuk memperlambat kendaraan setelah menabrak sekelompok orang.

Korban tertua dalam insiden itu berusia 81 tahun, dengan beberapa anggota "Milwaukee Dancing Grannies" hilang. Sedikitnya 18 anak terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Brooks Jr ditangkap di dekat tempat kejadian dan polisi mengesampingkan dugaan terorisme dengan mengatakan bahwa dia bertindak sendiri.

Empati kepada para korban

Paus Fransiskus mengirim pesan belasungkawa kepada uskup Katolik Roma di Milwaukee pada Selasa (23/11), seraya menghormati "jiwa mereka yang meninggal."

Presiden AS Joe Biden menyebut serangan hari Minggu (21/11) itu "mengerikan."

Grup Dancing Grannies memposting pesan di Facebook yang mengatakan bahwa "hati kami terluka atas kehilangan nenek dan sukarelawan kami." Beberapa anggota mereka juga termasuk di antara yang terluka, tetapi mereka menambahkan bahwa setidaknya satu orang telah dipulangkan dari rumah sakit.

Perwakilan Negara Republik Cindi Duchow mengutuk jaminan $1.000 (Rp14,2 juta) yang ditetapkan untuk dugaan serangan kendaraan sebelumnya dan menyerukan amandemen konstitusi di negara bagian untuk memungkinkan hakim menetapkan jaminan berdasarkan risiko yang ditimbulkan oleh terdakwa dan bukan hanya risiko pelarian mereka.

"Dia mencoba menabrak pacarnya dengan mobilnya - itu percobaan pembunuhan," kata Duchow. "Jika Anda berbahaya bagi masyarakat, Anda harus bekerja keras untuk menangani masalah itu."

ha/pkp (AP, Reuters)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas