Tribun

Virus Corona

WHO Beberkan Rencana 'Ubah Arus' Pandemi, Begini Strateginya

WHO telah mengumumkan kesepakatan pertama untuk meningkatkan produksi teknologi yang dapat mendeteksi antibodi Covid.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
WHO Beberkan Rencana 'Ubah Arus' Pandemi, Begini Strateginya
Freepik.com
Ilustrasi virus corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan kesepakatan pertama untuk meningkatkan produksi teknologi yang dapat mendeteksi antibodi Covid.

Ini dilakukan dalam upaya membantu negara-negara miskin memerangi pandemi virus corona (Covid-19) dan mengatasi 'ketidaksetaraan yang menghancurkan dunia'.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (24/11/2021), mengumumkan perjanjian pada Selasa kemarin, WHO mengatakan teknologi serologis yang mendeteksi antibodi Covid-19 akan diberikan dengan 'bebas royalti' kepada negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa langkah itu diperlukan untuk 'mengubah gelombang pandemi dan ketidakadilan global yang menghancurkan'.

Ini adalah jenis lisensi terbuka dan transparan yang dibutuhkan untuk menggerakkan akses selama dan setelah pandemi.

Baca juga: WHO: Lonjakan Covid-19 di Musim Dingin Dapat Membunuh 700 Ribu Orang di Eropa

"Tujuan dari lisensi ini adalah untuk memfasilitasi pembuatan dan komersialisasi cepat tes serologis Covid-19 CSIC di seluruh dunia," kata WHO dalam siaran pers.

Tawaran untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ini pun akan tetap berlaku hingga tanggal paten terakhir berakhir.

Kesepakatan global yang disepakati dengan Dewan Riset Nasional Spanyol (CSIC) ini nantinya akan menawarkan tes tersebut sebagai barang publik di seluruh dunia di bawah izin tes yang ditandatangani oleh Medicines Patent Pool (MPP) WHO.

"Teknologi ini dapat digunakan oleh negara-negara untuk membantu mendeteksi penyebaran virus, bahkan di lokasi pedesaan yang memiliki infrastruktur laboratorium dasar," jelas WHO.

Menurut lembaga ini, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan lebih dari 256 juta kasus terkonfirmasi dan lebih dari 5,1 juta kematian.

Di seluruh dunia, sejauh ini ada lebih dari 7,4 miliar dosis vaksin Covid-19 yang telah diberikan.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas