Tribun

Gerbong Kereta Api di Jepang Mulai Dipasangi Kamera Keamanan

Kamera keamanan dipasang di kereta Metro Osaka menyusul terlukanya 17 penumpang di Jalur Keio saat diserang beberapa waktu lalu.

Editor: Dewi Agustina
Gerbong Kereta Api di Jepang Mulai Dipasangi Kamera Keamanan
Foto Yomiuri
Kereta api bawah tanah di Osaka. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gerbong kereta api di Jepang mulai banyak dipasangi kamera keamanan (CCTV), termasuk kereta api bawah tanah (Metro) di Osaka.

Kamera keamanan di gerbong kereta api, wajib untuk gerbong baru dipasang pada kereta api swasta dengan tingkat pemasangan beberapa persen saja karena baru dimulai.

Kamera keamanan dipasang di kereta Metro Osaka menyusul terlukanya 17 penumpang di Jalur Keio saat diserang seseorang yang belakangan dikenal luas dengan kasus joker.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang telah memutuskan untuk mewajibkan kendaraan baru yang akan diperkenalkan oleh perusahaan kereta api untuk memasang kamera keamanan.

Pertimbangkan untuk mengamandemen peraturan menteri Undang-Undang Bisnis Perkeretaapian, yang mengatur struktur dan perlengkapan kendaraan.

Tingkat pemasangannya adalah 100 persen untuk JR East, untuk mengantisipasi Olimpiade dan Paralimpiade di bulan Agustus dan September lalu.

Sedangkan untuk Tokyo Metro adalah 40 persen.

Baca juga: Inilah Pelaku Pembakaran Kyushu Shinkansen Jepang Pagi Tadi

Masih ada beberapa persen perkeretaapian swasta tidak dipasang di dalam Jalur Keio di mana insiden Joker itu terjadi.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata memutuskan bahwa perlu tidak hanya untuk mencegah kejahatan tetapi juga untuk memahami situasi pada tahap awal ketika penumpang berada dalam bahaya.

Diskusi akan dimulai pada kelompok studi yang mengumpulkan para ahli dalam tahun fiskal, dan kriteria khusus seperti jenis kamera, lokasi pemasangan, dan jarak pantau kamera akan diperiksa.

Mengenai biaya pengenalan, kebijakannya adalah meminta masing-masing perusahaan menanggung beban tanpa menetapkan sistem subsidi baru.

Baca juga: Patahan Tersembunyi Bisa Picu Gempa Bumi Langsung di Wilayah Tokyo Jepang

"Meskipun demikian tergantung situasi bisnis, ada kemungkinan sistem subsidi yang ada untuk pembelian kendaraan dapat digunakan dengan instalasi CCTV," papar sumber Tribunnews.com, Jumat (3/12/2021).

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas