Tribun

Virus Corona

Iran Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi kasus pertama varian Omicron di negara tersebut, Minggu (19/12/2021).

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Inza Maliana
zoom-in Iran Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron
Foto Asahi
Gambar protein lonjakan strain Omicron ditemukan di Jepang. Warna jingga (oranye) merupakan lokasi mutasi yang diduga terlibat dalam pengikatan reseptor manusia (massa warna hijau di kiri atas) dan antibodi. Warna biru dan biru muda digambar menggunakan CoVsurver, merupakan lokasi mutasi lainnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi kasus pertama varian Omicron di negara tersebut, Minggu (19/12/2021).

Seorang pejabat kementerian mengatakan kepada televisi nasional bahwa varian Omicron, yang dikenal sangat menular, terdeteksi pada seorang pria paruh baya Iran.

Ia diketahui baru saja kembali dari Uni Emirat Arab (UEA).

Kementerian Kesehatan Iran saat ini juga tengah memantau dua kasus yang dicurigai sebagai varian Omicron.

Baca juga: Anthony Fauci Peringatkan Soal Penyebaran Varian Omicron Jelang Libur Natal

Baca juga: Menkes Sebut Indonesia akan Tingkatkan Penggunaan Tes WGS, Inilah Perbedaan WGS dengan PCR

Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus.
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. (Justin TALLIS / AFP)

Melansir Al Jazeera, berita ini muncul ketika Iran, selama berminggu-minggu melaporkan infeksi Covid-19 relatif rendah.

Iran juga mencatat dalam beberapa pekan terakhir, jumlah rawat inap dan angka kematian menurun, di tengah kampanye vaksinasi yang meluas di negara itu.

Lebih dari 60 persen populasi Iran dinyatakan memenuhi syarat, kini telah menerima dua dosis vaksin, dan kebanyakan orang sekarang dapat menerima suntikan booster.

Iran memiliki jumlah populasi 85 juta, juga telah memproduksi beberapa vaksin secara lokal.

Beberapa di antaranya sekarang digunakan dalam kampanye vaksinasi nasional dan diharapkan akan diluncurkan dalam skala yang lebih besar di masa depan.

Tetapi Iran menjadi negara yang paling terpengaruh (penyebaran Covid-19) di Timur Tengah dengan lebih dari 6,1 juta kasus, termasuk lebih dari 131.000 kematian.

Baca juga: Covid-19 Varian Omicron: Terdeteksi di 89 Negara, Indonesia Ada 3 Kasus

Baca juga: Omicron Lebih Menular Dari Varian Delta, Jenis Masker Apa yang Bisa Menangkalnya? Ini Kata Ahli

Gambar protein lonjakan strain Omicron ditemukan di Jepang. Warna jingga (oranye) merupakan lokasi mutasi yang diduga terlibat dalam pengikatan reseptor manusia (massa warna hijau di kiri atas) dan antibodi. Warna biru dan biru muda digambar menggunakan CoVsurver, merupakan lokasi mutasi lainnya.
Gambar protein lonjakan strain Omicron ditemukan di Jepang. Warna jingga (oranye) merupakan lokasi mutasi yang diduga terlibat dalam pengikatan reseptor manusia (massa warna hijau di kiri atas) dan antibodi. Warna biru dan biru muda digambar menggunakan CoVsurver, merupakan lokasi mutasi lainnya. (Foto Asahi)

Jumlah kematian harian kini turun menjadi dua digit dari 709 kematian yang tercatat pada akhir Agustus.

Kementerian kesehatan mengumumkan 50 kematian dan 1.968 kasus baru pada hari Minggu.

Namun dengan terdeteksinya varian Omicron di negara tersebut, pejabat kesehatan juga memperingatkan konsekuensi berat bagi Iran, jika protokol kesehatan tidak dipatuhi.

Berita lain terkait dengan Omicron

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas