Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Kakek 85 Tahun di India 12 Kali Disuntik Vaksin Covid-19, Mengaku Nyeri Punggung Sembuh

Seorang kakek bernama Brahmdeo Mandal membuat geger India lantaran mengaku sudah menerima 12 dosis vaksin Covid-19.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in Kakek 85 Tahun di India 12 Kali Disuntik Vaksin Covid-19, Mengaku Nyeri Punggung Sembuh
The NY Times
Seorang kakek bernama Brahmdeo Mandal membuat geger India lantaran mengaku sudah menerima 12 dosis vaksin Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang kakek bernama Brahmdeo Mandal membuat geger India lantaran mengaku sudah menerima 12 dosis vaksin Covid-19.

Dilansir USA Today dari NY Times, pria 85 tahun itu menganggap vaksin dapat menyembuhkan, sehingga ketagihan untuk disuntik vaksin Covid-19.

Pensiunan tukang pos dari Bihar, India itu mengaku mendapatkan dosis pertama pada 13 Februari tahun lalu di sebuah klinik.

Sejak saat itu, Mandal tidak berhenti melakukan vaksinasi.

Bahkan setiap kali mendapatkan suntikan, Mandal akan mencatatnya di buku saku miliknya.

Baca juga: Golongan Penerima Vaksin Booster Gratis Program Pemerintah, Siap-siap Mulai Pekan Depan

Baca juga: Dimulai Bulan ini, Vaksinasi Booster Bakal Diberikan Pada Populasi yang Sudah Divaksin Primer

Seorang kakek bernama Brahmdeo Mandal membuat geger India lantaran mengaku sudah menerima 12 dosis vaksin Covid-19.
Seorang kakek bernama Brahmdeo Mandal membuat geger India lantaran mengaku sudah menerima 12 dosis vaksin Covid-19. (The NY Times)

Dosis ke-9 ia dapatkan pada 24 September pukul 12.32 siang di sebuah rumah sakit di Kalashan, Distrik Madhepura.

"Saya merasa itu membantu kesehatan saya secara umum," katanya dalam sebuah wawancara telepon.

Berita Rekomendasi

"Sakit punggung saya telah membaik, kelemahan umum saya membaik, dan nafsu makan saya membaik."

"Saya selalu mencari kamp vaksin baru dan akan pergi ke sana," kata Mandal.

"Tidak ada yang akan mengenaliku," ujar pria tua ini.

Kepala Petugas Medis di Madhepura, Dr. Amarendra Narayan Shahi, mengatakan sudah berbicara denga Mandal soal ketagihannya terhadap vaksin Covid-19.

Dr Shahi mengatakan, pria lansia itu percaya vaksin Covid-19 dapat menyembuhkan penyakit di usia tuanya.

"Ya, dia mengklaim bahwa dia mendapat 12 dosis," kata Dr. Shahi.

"Saya telah membentuk tim investigasi beranggotakan tiga orang untuk menemukan kebenaran."

Layanan metro di ibu kota India, New Delhi, telah diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen karena jumlah infeksi virus corona baru turun.
Layanan metro di ibu kota India, New Delhi, telah diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen karena jumlah infeksi virus corona baru turun. (AFP/Uang SHARMA)

Sembilan dari 12 dosis vaksin yang diterima Mandal, menggunakan kartu identitas penduduk dan nomor ponsel.

Sedangkan sisanya, Mandal menggunakan surat identitas lainnya berupa nomor telepon sang istri hingga teman-temannya.

Bagaimana Mandal bisa akhirnya ketahuan mendapat 12 dosis vaksin diduga karena ada seseorang yang memberi tahu media lokal terkait hal itu.

Pihak berwenang di distrik Madhepura mengatakan mereka juga telah memulai penyelidikan.

Tidak ada bukti bahwa 12 vaksin itu dapat menyembuhkan penyakit seperti yang diklaim Mandal.

Bahkan muncul perdebatan bahwa meningkatkan sistem kekebalan berulang kali dapat berisiko pada kelelahan hingga respon terhadap vaksin di masa depan.

Penyelidikan yang diluncurkan pemerintah akan mengonfirmasi kebenaran klaim Mandal soal 12 vaksin Covid-19 tersebut.

Namun yang jelas, sistem vaksinasi di Bihar perlu dikoreksi jika ada oknum yang bisa mendapat suntikan hingga belasan kali.

Mandal mengatakan, setiap kali mendaftar vaksinasi dia selalu berbohong kepada petugasnya bahwa ia belum mendapatkan satu dosis pun.

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Naik Tajam, Pengingat Indonesia agar Lebih Waspada

Baca juga: Cara Daftar Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6 - 11 Tahun di Aplikasi JAKI

Ribuan orang telah menjadi korban penipuan luas yang rumit yang menjual vaksin virus corona palsu di India, dengan dokter dan pekerja medis di antara mereka yang ditangkap karena keterlibatan mereka, kata pihak berwenang.
Ribuan orang telah menjadi korban penipuan luas yang rumit yang menjual vaksin virus corona palsu di India, dengan dokter dan pekerja medis di antara mereka yang ditangkap karena keterlibatan mereka, kata pihak berwenang. (CNN)

"Setiap kali saya berbohong kepada mereka - bahwa saya tidak melakukannya," katanya.

Bahkan dia masih ingin mendapat vaksin lagi setelah pengakuannya ini viral.

"Saya masih ingin lebih," katanya.

Dr Shahi juga mengatakan bahwa data orang yang sudah divaksin di Madhepura mengalami kendala internet, sehingga tidak ter-update dengan baik.

Para pejabat telah mengkonfirmasi, bahwa Mandal menerima delapan vaksin dari empat lokasi.

Dalam satu contoh, Mandal menerima dua suntikan dalam waktu 30 menit, lapor BBC.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
asd
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
Â
1x
    • Chapters
    • descriptions off, selected
    • subtitles off, selected
      © 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
      Atas