Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Boris Johnson Minta Maaf setelah Gelaran Pestanya saat Lockdown Terungkap ke Publik

PM Inggris Boris Johnson meminta maaf setelah gelaran pestanya saat lockdown Covid-19 terungkap ke publik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Inza Maliana
Editor: Miftah
zoom-in Boris Johnson Minta Maaf setelah Gelaran Pestanya saat Lockdown Terungkap ke Publik
Adrian DENNIS / AFP / POOL
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengadakan konferensi pers untuk pembaruan Covid-19 terbaru di ruang pengarahan Downing Street di London pusat pada 8 Desember 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson meminta maaf pada Senin (31/1/2022) setelah gelaran pesta di rumahnya saat lockdown terungkap ke publik.

Meski dituntut mundur oleh oposisi, Johnson menolak dan bersikukuh pemerintahnya dapat dipercaya.

Johnson mengaku akan membuat perubahan dalam pemerintahannya setelah skandal 'pesta'nya.

"Saya mengerti dan saya akan memperbaikinya," kata Johnson, dikutip dari APNews, Selasa (1/2/2022).

Hal ini disampaikan Johnson setelah pegawai negeri senior Sue Gray menemukan bahwa pesta yang digelar Johnson bersama stafnya merupakan "kegagalan serius" dalam mematuhi standar yang diharapkan dari pemerintah.

Gray menerbitkan hasil temuannya pada empat pertemuan di tahun 2020 dan 2021.

Sementara, polisi sedang menyelidiki beberapa peristiwa lebih lanjut.

Rekomendasi Untuk Anda

Boris Johnson Menolak Mundur

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu (26/1/2022) menolak seruan oposisi untuk mengundurkan diri karena menghadiri pesta saat lockdown.

Namun Johnson menerima bahwa aturan, yang mengharuskan para menteri kehilangan pekerjaan mereka jika dengan sengaja menyesatkan Parlemen, diterapkan padanya.

Johnson, yang pada 2019 memenangkan mayoritas Konservatif terbesar dalam lebih dari 30 tahun, bersiap menghadapi publikasi penyelidikan resmi atas klaim bahwa ada beberapa pesta di Downing Street selama lockdown.

Johnson mengatakan kepada Parlemen bahwa tidak ada aturan yang dilanggar.

Tidak segera jelas kapan hasil penyelidikan oleh pejabat Kantor Kabinet Sue Gray akan dipublikasikan, terutama karena polisi telah membuka penyelidikan mereka sendiri.

Perdana Menteri Boris Johnson (tengah) tiba untuk mengambil bagian dalam Konferensi Reformasi Ukraina internasional kedua pada 27 Juni 2018 di pusat konferensi Eigtveds Pakhus di Kopenhagen, Denmark.
Perdana Menteri Boris Johnson (tengah) tiba untuk mengambil bagian dalam Konferensi Reformasi Ukraina internasional kedua pada 27 Juni 2018 di pusat konferensi Eigtveds Pakhus di Kopenhagen, Denmark. (Martin Sylvest/Ritzau Scanpix/AFP)

Ditanya oleh pemimpin oposisi Partai Buruh Keir Starmer apakah kode etik menteri, yang mengatakan bahwa menteri yang dengan sengaja menyesatkan Parlemen harus mengajukan pengunduran diri, diterapkan padanya, Johnson berkata: "Tentu saja."

"Jika dia menyesatkan Parlemen, dia harus mengundurkan diri," kata Starmer kepada Parlemen.

"Apakah kamu sekarang akan mengundurkan diri?" tanya Starmer pada Johnson.

"Tidak," jawab Johnson, sepert dilansir dari The Straits Times.

Johnson mengatakan tidak bisa berbicara tentang penyelidikan terhadap pihak yang diduga.

Menurutnya, pemerintahnya fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memimpin kubu Barat terhadap krisis Ukraina.

Baca juga: PM Inggris Boris Johnson akan Telepon Putin untuk Hentikan Invasi Rusia ke Ukraina

Baca juga: PM Inggris Boris Johnson Menolak Mundur Lantaran Menghadiri Pesta Saat Lockdown

Johnson telah memberikan berbagai penjelasan tentang pesta tersebut.

Pertama, dia mengatakan tidak ada aturan yang dilanggar.

Tetapi kemudian dia meminta maaf kepada warga Inggris atas kemunafikan pertemuan semacam itu.

ITV melaporkan pada Senin (24/1/2022) bahwa Johnson dan istrinya sekarang Carrie telah menghadiri pesta kejutan untuk merayakan ulang tahunnya yang dihadiri 30 orang di Ruang Kabinet di Downing Street pada Juni 2020, ketika pertemuan dalam ruangan saat itu dilarang.

Polisi Inggris pada Selasa (25/1/2022) mengatakan telah membuka penyelidikan sendiri atas peristiwa lockdown di Downing Street, sehingga meningkatkan tekanan pada Johnson.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss, yang disebut-sebut sebagai calon perdana menteri masa depan jika Johnson digulingkan, mengatakan bahwa Downing Street belum menerima temuan laporan Gray tetapi laporan itu akan segera dirilis.

Baca juga: PM Inggris Boris Johnson Terancam Dilengserkan Partai Sendiri

Baca juga: Boris Johnson Dituding Tak Isolasi Diri Usai Kontak Erat dengan Videografer yang Positif Covid-19

Ditanya tentang klaim bahwa Johnson dan stafnya telah berpesta di jantung negara bagian Inggris sementara orang-orang biasa bahkan dilarang mengucapkan selamat tinggal kepada kerabat mereka yang sekarat secara langsung, Truss mengatakan beberapa laporan itu mengkhawatirkan.

"Jelas perlu ada perubahan dalam budaya," kata Truss kepada BBC.

"Kami perlu mendapatkan hasil laporan, kami perlu melihat hasilnya dan memperbaiki masalah yang ada,” katanya.

Baca juga: Boris Johnson: Pengendalian Kasus Infeksi Covid-19 Inggris Saat Ini Lebih Baik dari Tahun Lalu

Ditanya apakah dia memiliki ambisi kepemimpinan, Truss mengatakan Johnson (57) telah melakukan pekerjaan yang baik sebagai perdana menteri dengan menangani Brexit dan menanggapi pandemi Covid-19. Truss mengatakan dia 100 persen mendukung Johnson.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PM Inggris Boris Johnson Menolak Mundur Lantaran Menghadiri Pesta Saat Lockdown

(Tribunnews.com/Maliana/TST/Hasanah Samhudi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas