Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Komite Khusus Jepang: Dosis Ketiga Moderna Hasilkan Antibodi 1,5 Kali Lebih Banyak daripada Pfizer

Reaksi samping seperti demam, malaise, dan sakit kepala lebih tinggi pada mereka yang divaksinasi dengan Moderna untuk dosis ketiga.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Komite Khusus Jepang: Dosis Ketiga Moderna Hasilkan Antibodi 1,5 Kali Lebih Banyak daripada Pfizer
Richard Susilo
Vaksin Pfizer yang digunakan untuk vaksinasi seluruh rakyat di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Subkomite Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang melaporkan bahwa dosis ketiga vaksinasi Moderna akan menghasilkan antibodi 1,5 kali lebih banyak daripada vaksinasi menggunakan Pfizer.

Hal ini dilaporkan pada tanggal 18 Februari 2022 oleh komite khusus yang diadakan di Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang untuk menganalisis reaksi merugikan dari vaksin.

Dari hasil penelitian terhadap sekitar 600 orang yang menerima vaksinasi ketiga setelah 1 bulan, mereka yang menerima "vaksinasi alternatif" dengan Moderna hanya untuk dosis ketiga ternyata antibodinya sekitar 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menerima Pfizer sebanyak tiga kali berturut-turut.

Di sisi lain, reaksi samping seperti demam, malaise, dan sakit kepala lebih tinggi pada mereka yang divaksinasi dengan Moderna untuk dosis ketiga.

Dengan Pfizer panas meningkat 21,4%.

Baca juga: Setelah Pfizer, Moderna Mulai Uji Coba Vaksin Booster Covid-19 untuk Varian Omicron

Dengan Moderna panas meningkat 49,2%.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan Pfizer dampak malaise meningkat 69,1%.

Dengan Moderna meningkat 78%.

Dengan Pfizer sakit kepala meningkat 55%, dengan Moderna meningkat 69,6%.

"Terpenting adalah semuanya baik untuk antisipasi virus corona dan oleh karena itu semua orang diharapkan secepat mungkin melakukan vaksinasi ketiga untuk melindungi dirinya dari corona," papar Dr Intetsu Kobayashi, profesor pengontrolan penyakit menular Universitas Toho Jepang, Senin (21/2/2022).

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas