Nasib 800.000 Pengungsi Ukraina, ke Negara Mana Saja Mereka Pergi?
Lebih dari 800.000 warga sipil telah meninggalkan Ukraina, bagaimana nasib mereka dan ke negara mana saja mereka pergi?
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 800.000 warga sipil telah meninggalkan Ukraina, menurut PBB seperti diberitakan BBC.com.
Uni Eropa (UE) memperkirakan bahwa sekitar 4 juta orang mungkin sedang mencoba meninggalkan negara itu karena invasi Rusia.
UE telah melonggarkan aturannya tentang pengungsi dan mengatakan negara-negara anggotanya akan menyambut para pengungsi dengan tangan terbuka.
Lantas kemana saja warga Ukraina pergi mencari perlindungan?
Pengungsi Ukraina sebagian besar melintasi perbatasan ke negara-negara tetangga di sebelah barat, seperti Polandia, Rumania, Slovakia, Hungaria, dan Moldova.
Pada hari Selasa (1/3/2022), PBB mengatakan bahwa lebih dari 830.000 orang telah memasuki negara-negara tersebut dari Ukraina.
Polandia sejauh ini menampung lebih dari 453.000 pengungsi, menurut PBB.
Pemerintah Polandia mengatakan ada 50.000 pengungsi lainnya tiba setiap hari.
Baca juga: Cerita Pengungsi Afrika yang Dilaporkan Terima Perlakuan Rasis saat Mencoba Tinggalkan Ukraina
Baca juga: 17 Negara yang Kirim Bantuan Militer untuk Ukraina: AS hingga Republik Ceko
Polandia juga sedang mempersiapkan kereta medis untuk mengangkut orang Ukraina yang terluka.
Mereka telah menyusun daftar 1.230 rumah sakit yang bisa digunakan untuk merawat pengungsi.
Lebih dari satu juta orang Ukraina telah menetap di Polandia dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea.
Sementara negara-negara lainnya yang menampung pengungsi Ukraina yaitu:
- Hongaria 116.348 pengungsi
- Moldova 79.315 pengungsi
- Slowakia 67.000 pengungsi
- Rumania 44.450 pengungsi
- Rusia 42.900 pengungsi
- Belarusia 341 pengungsi
69.600 orang telah pindah dari negara-negara itu ke negara lain di Eropa.
Pengungsi diberitahu bahwa mereka tidak memerlukan dokumen untuk masuk ke negara tetangga.
Tetapi mereka sebaiknya memiliki paspor perjalanan internal atau asing, akta kelahiran anak-anak yang bepergian bersama mereka, dan dokumen medis.
Untuk mendapatkan status pengungsi, mereka harus warga negara Ukraina atau orang yang secara sah tinggal di Ukraina, misalnya pelajar asing.
Namun, banyak pula orang yang menunggu hingga 60 jam untuk menyeberang di titik perbatasan ke Polandia, dalam cuaca dingin, dalam antrian hingga 15 km.
Mereka yang memasuki Rumania dilaporkan menunggu hingga 20 jam.
Banyak pengungsi belum bisa naik kereta yang membawa mereka keluar dari kota-kota Ukraina.
Bantuan yang diberikan untuk pengungsi
Di Polandia dan negara-negara lain yang berbatasan dengan Ukraina, para pengungsi dapat tinggal di pusat-pusat penerimaan jika mereka tidak memiliki teman atau kerabat untuk tinggal.
Mereka juga diberikan makanan dan perawatan medis.
Hongaria dan Rumania memberikan tunjangan tunai untuk makanan dan pakaian.
Anak-anak diberikan tempat di sekolah-sekolah lokal.
Negara-negara biasanya memiliki batasan waktu tentang berapa lama pengungsi dapat menghabiskan waktu di pusat-pusat penerimaan.
Tetapi sebagian besar mengatakan mereka kemungkinan akan mengabaikannya dan bahwa orang Ukraina dapat tinggal selama yang mereka butuhkan.
Republik Ceko telah mengaktifkan Rencana Kesiapsiagaan Gelombang Migrasi.
Rencana itu akan membantu para pengungsi mengajukan permohonan jenis visa khusus melalui prosedur yang disederhanakan agar tetap tinggal, jika diperlukan.
Hak yang dimiliki pengungsi
UE sedang bersiap untuk memberikan hak kepada warga Ukraina yang melarikan diri dari perang untuk tinggal dan bekerja di 27 negara hingga tiga tahun, menurut pejabat UE dan Prancis.
Mereka juga akan menerima kesejahteraan sosial dan akses ke perumahan, perawatan medis dan sekolah untuk anak-anak.
Aturan itu sejalan dengan arahan perlindungan sementara UE untuk pengungsi, yang dibuat setelah perang tahun 1990-an di Balkan, tetapi tidak pernah digunakan sampai sekarang.
Aturan normal bagi pengungsi telah dicabut untuk memungkinkan warga Ukraina menetap di tempat yang mereka inginkan di UE.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan