Sepekan Perang Rusia-Ukraina, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui
Sejak Rusia menyerang Ukraina pada Kamis (24/2/2022), ratusan orang dilaporkan tewas. Simak update berikut ini.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Invasi Rusia ke Ukraina sudah berlangsung sepekan.
Sejak Rusia menyerang Ukraina pada Kamis (24/2/2022), ratusan orang dilaporkan tewas.
Dikutip Guardian, berikut ini Tribunnews.com rangkum hal penting yang terjadi selama Konflik Rusia Vs Ukraina, Kamis (3/3/2022).
Baca juga: Bukan Ikut Perang Melawan Rusia, 2 Pria Ini Kepergok Mencuri di Rumah Warga Ukraina
Baca juga: Eksodus Terus Berlangsung, Satu Juta Pengungsi Telah Tinggalkan Ukraina
1. Pengadilan pidana internasional (ICC) telah mengonfirmasi akan membuka penyelidikan terhadap kemungkinan kejahatan perang di Ukraina dan mulai mengumpulkan bukti.
Proses ICC dipercepat setelah 38 negara secara resmi merujuk laporan kekejaman di sana.
Ini tercatat sebagai rujukan terbesar yang pernah diterima pengadilan.
2. Rusia mengklaim telah merebut Kota Kherson yang strategis dan penting di Laut Hitam.
Intelijen Amerika Serikat (AS) dan pejabat Ukraina membantah klaim tersebut.
Dalam sebuah posting Facebook, Wali Kota Kherson, Igor Kolykhaiev, mengatakan, "ada tamu bersenjata di dewan kota."
"Kami tidak dalam posisi untuk menyebutnya demikian. Tampaknya bagi kami bahwa orang-orang Ukraina tentu saja mempertahankan kota itu," kata Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby.
3. Kota pelabuhan Mariupol yang strategis dan penting di Laut Azov dilaporkan dikelilingi oleh pasukan Rusia.
“Kami bahkan tidak bisa mengevakuasi korban terluka dari jalanan, dari apartemen, karena penembakan tidak berhenti,” kata Wali Kotanya.
Baca juga: Viral Tentara Rusia Menangis Saat Telepon Ibunya di Kampung, Warga Ukraina Bujuk dan Sajikan Teh
Baca juga: 1 Juta Pengungsi Tinggalkan Ukraina, Isolasi Rusia Makin Dalam di Ukraina
4. Ibu kota Ukraina, Kyiv, mendapat serangan yang lebih berat ketika pasukan Rusia meningkatkan pertahanan dan menggerakkan pasukan lebih dekat ke ibu kota untuk mengepungnya.
5. Polisi di Moskow menahan dua wanita dan lima anak yangbmemegang poster di luar Kedutaan Ukraina yang mengatakan "Not War".
Polisi diduga mengancam akan melucuti hak asuh anak-anak perempuan tersebut.
Di St Petersburg, Yelena Osipova, seorang aktivis yang dikatakan selamat dari pengepungan masa perang Leningrad yang terkenal, ditahan karena memprotes perang.
6. Pasukan terjun payung Rusia mendarat di kota kedua Ukraina, Kharkiv, beberapa hari setelah pengeboman yang menewaskan atau melukai puluhan warga sipil.
Empat orang lagi tewas pada Rabu, kata pihak berwenang setempat.
Ia menambahkan kota itu masih di bawah kendali mereka.
7. Lebih dari 350 warga sipil Ukraina telah tewas dan lebih dari 2.000 terluka, menurut layanan darurat Ukraina.
Ratusan bangunan termasuk fasilitas transportasi, rumah sakit, taman kanak-kanak dan rumah telah hancur.
Baca juga: Ini Dampak Konflik Rusia-Ukraina Bagi Dunia Kemaritiman dan Pelaut Indonesia
Baca juga: Spotify Tutup Kantornya di Rusia, Bentuk Protes Atas Invasi di Ukraina
8. Ukraina mengklaim hampir 7.000 tentara Rusia tewas dalam enam hari pertama invasi Moskow.
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan, 498 tentara Rusia tewas di Ukraina sejak awal invasi.
9. Majelis umum PBB sangat menyesalkan invasi Rusia ke Ukraina dan menyerukan penarikan segera pasukannya.
Pada Rabu (2/3/2022), 141 dari 193 negara anggota memberikan suara untuk resolusi tersebut, 35 abstain dan lima - Rusia, Belarus, Suriah, Korea Utara dan Eritrea - memberikan suara menentang.
10. Pembicaraan putaran kedua dilaporkan berlangsung pada Kamis (3/3/2022).
Seorang delegasi Rusia mengatakan gencatan senjata ada dalam agenda.
Namun Ukraina mengatakan, tuntutan Moskow tidak dapat diterima dan Rusia harus berhenti membom kota-kota Ukraina sebelum kemajuan dapat diharapkan.
11. Polisi di Polandia memperingatkan ada laporan palsu tentang kejahatan kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang melarikan diri dari Ukraina beredar di media sosial.
Kejadian ini mencuri perhatian setelah kaum nasionalis Polandia menyerang dan melecehkan kelompok-kelompok orang Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah yang telah melintasi perbatasan.
Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)