Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia dan Ukraina Mulai Temui Titik Terang Jelang Perundingan

Pernyataan Rusia itu meningkatkan harapan untuk mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Rusia dan Ukraina Mulai Temui Titik Terang Jelang Perundingan
AFP/ARIS MESSINIS
Seorang wanita bereaksi ketika dia berdiri di luar blok apartemen yang hancur setelah penembakan di distrik Obolon barat laut Kyiv pada 14 Maret 2022. - Dua orang tewas pada 14 Maret 2022, saat berbagai lingkungan di ibukota Ukraina, Kyiv berada di bawah serangan penembakan dan rudal, kata pejabat kota, setelah militer Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022. (Photo by Aris Messinis / AFP) 

TRIBUNNEWW.COM, RUSIA  -  Pemerintah Rusia menyebut beberapa bagian dari kemungkinan kesepakatan damai dengan Ukraina yang mulai menemui titik terang.

Hal itu terkait keinginan Ukraina yang setuju untuk membahas netralitas.

Pernyataan Rusia itu meningkatkan harapan untuk mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Status netral sekarang sedang dibahas secara serius, tentu saja dengan jaminan keamanan," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kepada RBC seperti dikutip Reuters, Rabu (16/3/2022).

"Sekarang, hal ini sedang dibahas dalam negosiasi, ada formulasi yang benar-benar spesifik yang menurut saya hampir mencapai kesepakatan," ungkap dia.

Baca juga: Presiden Ukraina Mulai Lihat Ada Ruang Kompromi dalam Pembicaraan Damai dengan Rusia

Menurut dia, Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara tentang netralitas bersama dengan jaminan keamanan untuk Ukraina tanpa perluasan NATO.

Hanya, Lavrov memperingatkan negosiasi itu tidak mudah tapi ada "beberapa harapan untuk mencapai kompromi".

Rekomendasi Untuk Anda

Lavrov menyebutkan isu-isu kunci dalam pembicaraan dama termasuk keamanan orang-orang di Ukraina Timur, demiliterisasi Ukraina, dan hak-hak orang berbahasa Rusia di Ukraina.

Sebelumnya,  Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Rabu (16/3/2022) bahwa pembicaraan damai dengan Rusia terdengar lebih realistis tetapi lebih banyak waktu diperlukan.

"Pertemuan terus berlanjut dan saya diberitahu posisi selama negosiasi sudah terdengar lebih realistis," kata Zelenskyy dalam pidato video, menjelang putaran pembicaraan berikutnya.

  "Tetapi, masih diperlukan waktu agar keputusan itu (baik) untuk kepentingan Ukraina," ujar dia seperti dikutip Reuters.

Dalam petunjuk kemungkinan kompromi, Zelenskyy menyebutkan sebelumnya, Ukraina siap menerima jaminan keamanan dari Barat yang menghentikan tujuan jangka panjangnya untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). 

Rusia melihat keanggotaan Ukraina di aliansi Barat tersebut di masa depan sebagai ancaman dan telah menuntut jaminan bahwa mereka tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, terlalu dini untuk memprediksikan kemajuan dalam pembicaraan dengan Ukraina.

"Pekerjaannya sulit, dan dalam situasi saat ini fakta bahwa (pembicaraan) berlanjut mungkin positif," ungkapnya seperti dilansir Reuters.

Sumber: Reuters 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas