Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jepang Tolak Bayar Ekspor Rusia Termasuk Energi dalam Mata Uang Rubel

Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sanksi ini akan efektif diberlakukan pada 5 April

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jepang Tolak Bayar Ekspor Rusia Termasuk Energi dalam Mata Uang Rubel
Russia Business Today
Mata uang rubel Rusia. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan bahwa perusahaan Jepang akan diminta untuk 'menolak' jika Rusia meminta pembayaran dalam bentuk mata uang rubel, terutama di sektor energi.

Selain itu, Jepang juga akan melarang ekspor barang-barang mewah ke Rusia sebagai tanggapan terbaru terkait invasi yang dilancarkan Rusia ke Ukraina.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sanksi ini akan efektif diberlakukan pada 5 April mendatang.

Dikutip dari laman Ukrinform, Selasa (29/3/2022), barang-barang yang dilarang ekspor itu termasuk diantaranya mobil mewah, sepeda motor, minuman keras, kosmetik, barang-barang fashion dan karya seni.

Baca juga: Roman Abramovich Hadiri Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina di Turki setelah Muncul Laporan Diracun

Sebelumnya pada 23 Maret lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya akan menuntut 'negara-negara yang tidak bersahabat' ini untuk membayar pasokan gas Rusia dalam bentuk mata uang rubel.

Langkah tersebut dilihat sebagai upaya untuk menahan jatuhnya mata uang nasional Rusia dan menghindari sanksi negara Barat yang dikenakan pada Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Menteri Energi dari Kelompok Tujuh (Group of Seven) secara tegas menolak tuntutan yang diajukan oleh Putin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas