Tribun

Harga Pangan di Negara Timur Tengah Melonjak saat Hari Pertama Ramadan

Terpantau kebutuhan pokok di wilayah Lebanon, Irak, Suriah, Sudan hingga Yaman sudah mulai mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Harga Pangan di Negara Timur Tengah Melonjak saat Hari Pertama Ramadan
Tribunnews/JEPRIMA
Foto Ilustrasi - Harga Pangan di Negara Timur Tengah Melonjak saat Hari Pertama Ramadan 

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, CAIRO – Sejumlah warga di wilayah Timur Tengah, kini mulai mengalami kepanikan akibat adanya lonjakan harga pangan pokok. Terlebih menjelang hari pertama puasa Ramadan 2022.

Terpantau kebutuhan pokok di wilayah Lebanon, Irak, Suriah, Sudan hingga Yaman sudah mulai mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan bahkan mencapai 50 persen.

Bahan pangan tersebut diantaranya seperti gandum, biji-bijian, hingga minyak biji matahari.

Baca juga: Kementan Lakukan Pengendalian Stok Pangan di 34 Provinsi

Melansir dari situs Arab News, meningkatnya harga minyak tersebut diketahui setelah beberapa oknum di wilayah Kairo kedapatan tengah menimbun minyak goreng hingga menyebabkan adanya kelangkaan stok minyak hingga memicu kenaikan harga sekitar 600 dinar.

Sementara untuk bahan pokok lainnya diperkirakan meningkat lantaran memanasnya invasi Rusia ke Ukraina.

Mengingat negara kedua konflik tersebut merupakan penyumbang ekspor terbesar bagi wilayah Timur Tengah, tercatat sepanjang tahun 2021 Rusia dan Ukriana mengekspor gandum dan jelai global sebanyak 50 persen dari kebutuhan global.

“Untuk jutaan orang Palestina, Lebanon, Yaman, Suriah, dan lainnya yang tinggal di negara-negara yang mengalami konflik, kehancuran ekonomi yang dahsyat, dan kebutuhan kemanusiaan yang meningkat, ini sama dengan mematikan alat pendukung kehidupan yang kritis,” kata sebuah analisis Carnegie Middle, pakar Timur Tengah.

Baca juga: Kemendagri Minta Sekda Update Harga Pangan Selama Ramadan  

Untuk mengantisipasi adanya kekurangan pangan, beberapa wilayah tersebut kini mulai memberikan subsidi mie instan murah dan roti pada warga miskinnya. Sementara untuk ekspor minyak beberapa pimpinan timur tengah kini gencar mencari pengganti negara pengganti untuk impor biji-bijian lain serta minyak biji bunga matahari.

Selain memicu kepanikan warga, lonjakan tersebut juga sukses menjungkirbalikan ekonomi wilayah Lebanon. Bahkan kemiskinan di negara tersebut telah berimbas pada kelangkaan listrik, bahan bakar, dan obat-obatan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas