Boris Johnson Kutuk Serangan Rusia di Kota Bucha
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengutuk serangan Rusia terhadap warga sipil Ukraina yang tidak bersalah di Bucha dan Irpin.
Penulis:
Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor:
Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengutuk serangan Rusia terhadap warga sipil Ukraina yang tidak bersalah di Bucha dan Irpin.
Boris Johnson menggambarkan Presiden Rusia Vladimir Putin putus asa di tengah invasi yang gagal dan mengatakan Inggris akan meningkatkan sanksi serta dukungan militer.
Wartawan BBC Jeremy Bowen mengatakan sedikitnya 20 orang tewas, beberapa diantaranya dengan pergelangan tangan terikat, ditemukan di jalan-jalan Bucha.
Baca juga: Pemerintah Slovakia Bersedia Bayar Gas dari Rusia Gunakan Rubel
Sementara itu, Ukraina mengatakan pasukannya telah merebut kembali seluruh wilayah di sekitar ibu kota Kyiv.
Dia mengatakan Inggris tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan, karena dia mengkonfirmasi dana tambahan dan penempatan penyelidik spesialis untuk membantu penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional.
Dia juga mengatakan pemerintahannya akan meningkatkan dukungan kemanusiaan untuk Ukraina.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menegaskan Rusia tidak boleh dibiarkan menutupi tindakan di Bucha dan Irpin.
Baca juga: Tolak Bayar Gas Pakai Rubel, Lithuania Hentikan Impor Gas untuk Kebutuhan Domestik dari Rusia
“Upaya yang dipimpin Inggris untuk mempercepat dan mendukung penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional atas kejahatan perang di Ukraina," kata Truss yang dikutip oleh bbc.com, (4/4/2022).
Dia menambahkan, penting bagi komunitas internasional untuk terus memberikan dukungan militer dan kemanusiaan kepada Ukraina serta meningkatkan sanksi.