Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Vladimir Putin Merasa Telah Menangkan Perang di Ukraina

Kanselir Austria tersebut menegaskan Putin melihat serangan ke Ukraina sebagai operasi bertahan diri Federasi Rusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Vladimir Putin Merasa Telah Menangkan Perang di Ukraina
AFP/RAMIL SITDIKOV
Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNNEWS.COM, WINA -  Presiden Rusia, Vladimir Putin merasa telah memenangkan pertempuran di Ukraina.

Demikian Kanselir Austria, Karl Nehammer, mengungkapkan kesannya saat bertemu Vladimir Putin.

Ia mengatakan bahwa Putin saat ini berada pada logika perangnya sendiri sehingga merasa hal seperti itu.

“Saya pikir ia berada dalam logika perangnya sendiri. Ia berpikir bahwa perang ini penting untuk jaminan keamanan Federasi Rusia,” ujarnya saat diwawancarai NBC dikutip dari The Independent, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Wajibkan Rubel untuk Bayar Gas Rusia, Strategi Vladimir Putin Hancurkan Dolar AS

Menurut dia, Putin tak percaya dengan komunitas internasional.

"Ia menyalahkan warga Ukraina atas genosida di Donbas. Jadi, ya, ia ada di dunianya sendiri, tetapi saya pikir ia tahu apa yang terjadi di Ukraina,” tambahnya.

Nehammer bertemu dengan Putin pekan lalu di Moskow dan menjadi pemimpin Uni Eropa (UE) pertama yang bertemu dengannya setelah penyerangan Rusia ke Ukraina.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada kesempatan itu, Kanselir Austria tersebut menegaskan Putin melihat serangan ke Ukraina sebagai operasi bertahan diri Federasi Rusia.

“Ia menyebutnya operasi militer khusus, saya menyebutnya perang,” tutur Nehammer.

Sebelum berkunjung ke Moskow, Nehammer telah lebih dulu mengunjungi Bucha di Ukraina.

Ia pun melihat kehancuran yang ditinggalkan pasukan Rusia setelah mundur dari Kiev.

Nehammer menegaskan dirinya ingin menyaksikan lebih dulu apa yang terjadi, sebelum bertemu Putin.

“Kita harus melihat matanya (Putin) dan harus mengonfrontasinya dengan apa yang kita lihat di Ukraina,” ujarnya.

Nehammer pun mengungkapkan bahwa Putin berjanji akan bekerja sama dengan investigasi internasional.

“Namun di satu sisi, ia mengatakan kepada saya bahwa ia tak mempercayai dunia Barat. Jadi ini akan menjadi masalah di masa mendatang,” tuturnya.

Nehammer mengatakan bahwa ia telah memberitahu Putin harus ada koridor kemanusiaan di Mariupol.

Ia juga menambahkan tak ada jabat tangan atau foto bersama saat pertemuannya dengan Putin.

Ia menegaskan pertemuan tersebut tidak bersahabat, tapi dipenuhi kejujuran.

Sumber: The Independent/Kompas.TV

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas