WHO Konfirmasi 780 Kasus Monkeypox Ditemukan di 27 Negara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan memiliki data 780 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan memiliki data 780 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi.
Dilansir TASS, informasi tentang mereka diterima dari 27 negara yang tidak endemik penyakit ini, menurut pembaruan situasi organisasi yang diterbitkan di Jenewa pada hari Minggu (5/6/2022).
“Sejak 13 Mei 2022, dan pada 2 Juni 2022, 780 kasus yang dikonfirmasi laboratorium telah dilaporkan atau diidentifikasi oleh WHO dari 27 Negara Anggota di empat wilayah WHO yang tidak endemik virus cacar monyet,” catat pembaruan tersebut.
Ditekankan bahwa sejak 26 Mei hingga 2 Juni, sekitar 523 kasus baru cacar monyet terdeteksi.
Baca juga: Hasil Tes Lab Dugaan Kasus Monkeypox di Thailand Semuanya Negatif
Baca juga: Jumlah Kasus Monkeypox di Prancis Meningkat Jadi 33 Kasus
Hingga 2 Juni, tidak ada kematian akibat penyakit ini yang tercatat.
Informasi tentang infeksi diterima "melalui kesehatan seksual atau layanan kesehatan lainnya di fasilitas perawatan kesehatan primer atau sekunder dan telah melibatkan terutama.
Tetapi tidak secara eksklusif, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki," menurut WHO.
Negara yang melaporkan kasus infeksi Monkeypox tertinggi:
1. Inggris laporkan 207 kasus
2. Spanyol laporkan 156 kasus
3. Portugal laporkan 138 kasus
4. Kanada laporkan 58 kasus
5. Jerman laporkan 57 kasus
6. Prancis laporkan 33 kasus
7. Belanda laporkan 31 kasus
8. Italia laporkan 20 kasus
9. AS laporkan 19 kasus
10. Belgia laporkan 12 kasus
Baca juga: Ahli: Terlalu Dini Simpulkan Monkeypox Bisa Picu Risiko Kesehatan Masyarakat
Monkeypox adalah penyakit virus langka yang endemik di daerah terpencil di dekat hutan tropis Afrika Tengah dan Barat.
Menurut WHO, virus ini biasanya ditularkan ke manusia oleh hewan liar, seperti hewan pengerat dan primata.
Sedangkan penyebaran sekundernya di antara manusia terbatas.
Menurut WHO, biasanya koefisien kematian selama wabah cacar monyet berkisar antara 1 % hingga 10 % dengan mayoritas kematian pada kelompok usia yang lebih muda.
Tidak ada pengobatan atau vaksin khusus, namun inokulasi dini terhadap cacar juga berfungsi sebagai pencegahan yang sangat efektif.
Baca juga: Epidemiolog Sebut Tidak Tahu Berapa Lama Virus Monkeypox Telah Menyebar
Vaksin Monkeypox
Dikutip CNBC, ada 2 jenis vaksin yang kini dimiliki negara itu, namun opsi yang lebih disukai adalah vaksin yang memiliki pasokan lebih sedikit.
Jynneos adalah vaksin dua dosis yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pada 2019 untuk mencegah Monkeypox pada orang berusia 18 tahun ke atas.
CDC umumnya merekomendasikan vaksin Jynneos dibandingkan pilihan lainnya yakni ACAM2000, yang merupakan vaksin cacar generasi tua yang dapat menimbulkan efek samping serius.
Pekan lalu, pejabat CDC Dr. Jennifer McQuiston mengatakan bahwa AS memiliki 1.000 dosis Jynneos yang tersedia.
Baca juga: Vaksin ACAM2000 Monkeypox Disebut Bahaya untuk Ibu Hamil hingga Penderita Penyakit Jantung
Dosis tersebut pun memiliki umur simpan selama 3 tahun.
Selain Jynneos, pemerintah AS juga memiliki persediaan lebih dari 100 juta dosis ACAM2000 yang diproduksi oleh Emergent BioSolutions.
Perlu diketahui, Jynneos dan ACAM2000 dapat diberikan sebelum maupun sesudah terpapar virus.
Namun, pasien perlu menerima vaksin itu dalam waktu 4 hari setelah terpapar untuk mencegah timbulnya penyakit.
Berita lain terkait dengan Penyakit cacar monyet
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)