Tribun

Remaja Selandia Baru Dihukum Seumur Hidup karena Kasus Pembunuhan, Hakim: Pantas meski Masih Remaja

Pengadilan Selandia Baru mjatuhi hukuman seumur hidup terhadap remaja berusia 15 tahun atas kasus pembunuhan yang dia lakukan saat umur 14 tahun

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
zoom-in Remaja Selandia Baru Dihukum Seumur Hidup karena Kasus Pembunuhan, Hakim: Pantas meski Masih Remaja
net
Ilustrasi. Pengadilan Selandia Baru menjatuhi hukuman seumur hidup terhadap seorang remaja berusia 15 tahun atas kasus pembunuhan yang dia lakukan saat umur 14 tahun. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengadilan Selandia Baru telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang anak laki-laki berusia 15 tahun atas pembunuhan yang dilakukan ketika dia berusia 14 tahun.

Bocah itu, yang namanya dirahasiakan itu menikam Bram Willems, seorang pria berusia 22 tahun di Paihia, tahun lalu.

Serangan itu terjadi setelah pasangan itu menghabiskan sore bersama, mengonsumsi alkohol dan ganja.

Dalam fakta-fakta kasus yang terungkap di pengadilan pada Jumat (29/7/2022), Hakim Timothy Brewer mengatakan terdakwa terlibat pertengkaran.

Remaja itu lantas menikam Willems setelah korban bertindak tidak pantas terhadap sepupu perempuan remaja itu.

Brewer mengatakan hukuman penjara seumur hidup pantas dalam kasus ini, meskipun usia terdakwa masih muda.

Baca juga: Selandia Baru Tawarkan Masker dan Rapid Test Gratis untuk Perangi Lonjakan Covid-19

Ilustrasi.
Ilustrasi.  Pengadilan Selandia Baru menjatuhi hukuman seumur hidup terhadap seorang remaja berusia 15 tahun atas kasus pembunuhan yang dia lakukan saat umur 14 tahun. (net)

Dia mengatakan pemuda bukanlah fitur yang tidak biasa dari pelanggaran kekerasan serius dan tidak terlalu berpengaruh terhadap kepentingan publik.

Hakim juga memberlakukan masa bebas bersyarat minimal 10 tahun.

Dikutip The Guardian, hukuman itu bertepatan dengan tantangan hukum terpisah terhadap praktik negara yang memberikan hukuman seumur hidup kepada anak-anak, yang menurut para advokat “berbahaya dan tidak efektif”.

Pantas menerima hukuman seumur hidup meski masih remaja

Lebih jauh, NZ Herald melaporkan, Hakim Brewer mengatakan kepada Pengadilan Tinggi di Whang─ürei bahwa kemarahan anak laki-laki itu meledak saat minum-minum di malam hari, dan dia menyerang Willems.

“Anda telah mengambil kehidupan yang layak untuk dijalani, kehidupan yang saya perjuangkan, selama 22 tahun," ucapnya dikutip dari outlet media Stuff.

"Tidak ada alasan yang bisa membenarkan mengambil nyawa," tegasnya.

Baca juga: Selandia Baru akan Berikan 800.000 Dolar AS ke UNICEF untuk Bantu Sri Lanka

Pengadilan banding kasus serupa

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas