Tribun

Peneliti Jepang: Indonesia Praktikkan Demokrasi Dengan Baik, Tingkatkan Stabilitas di Asia

Pertemuan pemimpin Indonesia dan Jepang 27 Juli lalu di Tokyo dianggap banyak pengamat peneliti dan masyarakat sangat tepat bagus pada waktu yang baik

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Peneliti Jepang: Indonesia Praktikkan Demokrasi Dengan Baik, Tingkatkan Stabilitas di Asia
Ist
Kunihiko Miyake (68) kelahiran kanagawa Jepang adalah mantan diplomat, kritikus, dan peneliti Jepang. Kepala Peneliti di Institut Canon untuk Kajian Global, Presiden Institut Riset Kebijakan Luar Negeri, Profesor Tamu di Organisasi Universitas Ritsumeikan untuk Kemajuan Pendidikan, Penasihat Komite Riset Timur Tengah, Penasihat Khusus Sekretariat Kabinet (Diplomasi). Spesialisasi dalam diplomasi dan keamanan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertemuan pemimpin Indonesia dan Jepang 27 Juli lalu di Tokyo dianggap banyak pengamat peneliti dan masyarakat sangat tepat bagus pada waktu yang baik.

Bahkan peneliti terkenal Kunihiko Miyake (68) menekankan demokrasi Indonesia sangat baik saat ini.

"Indonesia berpenduduk 270 juta orang.  Menurut saya Jepang dan Indonesia adalah satu-satunya negara kepulauan di kawasan Asia yang mempraktikkan demokrasi dengan sangat baik. Apalagi di antara negara-negara ASEAN, Indonesia adalah negara besar dalam hal populasi, sumber daya, dan pengaruh pada global," papar Miyake 29 Juli lalu   di Nippon Broadcasting System acara  "Shinko Ichika's OK! Cozy up!"

Kedua pemimpin menyepakati kebijakan kerja sama yang erat untuk mewujudkan "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka" dengan mempertimbangkan kemajuan maritim China sehingga Indonesia bisa menjadi pengimbang yang baik.

Indonesia melakukan penghapusan total peraturan tentang makanan Jepang  dan promosi kerja sama di bidang penjaga pantai disambut sangat baik oleh PM Fumio Kishida. Menghapus pembatasan impor pada produk makanan Jepang setelah kecelakaan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi milik Perusahaan Listrik Tokyo.

"Lalu apakah telah dilanjutkan dengan penghapusan peraturan larangan impor produk Fukushima oleh kalangan DPR di Indonesia?"

Miyake juga menambahkan bahwa Indonesia menjadi negara ketua pada tahun 2022 kelompok G20.

"Saya  pikir Presiden Joko Widodo akan melakukan tur keliling dunia untuk menemukan ide tentang bagaimana dia akan menangani KTT G20 musim gugur sebagai ketua."

Poin penting lainnya, tambah Miyake,  adalah kerjasama di bidang penjaga pantai.

"Sederhananya, Cina sedang membangun berbagai pangkalan militer untuk memperluas pengaruhnya di Laut Cina Selatan, dan kegiatan ini bergerak ke selatan. Indonesia baik untuk menstabilkan hal tersebut."

"Jika kita pergi ke selatan melalui Laut Cina Selatan, maka akan berakhir di Indonesia. Ini adalah negara kepulauan.
Jepang bekerja sama dengan kegiatan polisi maritim Indonesia  meningkatkan kemampuan Indonesia meningkat, mengarah pada stabilitas regional."

Ditambahkannya lagi, selama ini Indonesia mungkin belum terlalu tertarik dengan gerakan seperti ini, tapi seperti yang diharapkan, pengaruh China telah meningkat, dan itu tidak boleh  terjadi.

"Maka kita harus menjalankan kegiatan Polisi Maritim dengan baik. Karena terpisah dari urusan militer, mudah bagi Jepang untuk bekerja sama, dan saya percaya bahwa Jepang menyediakan berbagai jenis kerja sama teknis, seperti menyediakan kapal patroli. Saya percaya bahwa hal itu akan benar-benar meningkatkan kapasitas Indonesia dan mengarah pada stabilitas di kawasan Asia."

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas