Ini Rudal Hellfire yang Tewaskan Ayman Al Zawahiri Pemimpin Al Qaeda
CIA menggunakan drone dan rudal Hellfire untuk menggempur rumah Ayman Al Zawahiri di Kabul. Dua rudal Hellfire menewaskan Ayman.
Penulis:
Setya Krisna Sumarga
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Seorang reporter media terkemuka AS, Politico, merujuk narasumbernya, Ayman Al-Zawahiri tewas akibat gempuran dua rudal Hellfire.
Rudal iti ditembakkan dari pesawat nirawak (drone) serang yang dioperasikan CIA. Ayman Al Zawahiri dihantam rudal saat berdiri di balkon rumahnya.
Seorang juru bicara Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan Imarah Islam Afghanistan sangat mengutuk serangan itu.
Baca juga: Ayman Al Zawahiri Tewas di Kabul, Digempur Drone Tempur CIA
Baca juga: BREAKING NEWS : Presiden Biden Umumkan Drone AS Tewaskan Tokoh Al Qaeda Ayman Al Zawahiri
Baca juga: Siapa Ayman Al Zawahiri, Ini Profil Tangan Kanan Osama bin Laden Asal Mesir yang Dokter Bedah
Mereka menyebutnya pelanggaran yang jelas terhadap Perjanjian Doha yang mengakhiri konflik 20 tahun antara Taliban dan AS.
Para pejabat AS telah mengatakan kepada media arus utama serangan itu dilakukan Badan Intelijen Pusat atau CIA, bukan operasi militer.
Jika demikian, itu akan menjadi waktu yang lama. Pada 2014, CIA dilaporkan telah mencoba membunuh Zawahiri pada beberapa kesempatan.
Tetapi rangkaian serangan itu malah membunuh 76 anak-anak dan 29 orang dewasa, menurut sebuah laporan yang diterbitkan organisasi hak asasi manusia Reprieve.
Kali ini, Biden menekankan, misi ini direncanakan hati-hati untuk meminimalkan risiko terhadap warga sipil.
Ia memastikan tidak ada anggota keluarga (Zawahiri) yang terluka, dan tidak ada korban sipil.
Biden bersikeras AS tidak mencari musuh melawan teror ini, karena mereka justru yang datang.
Kehebatan Rudal Hellfire
Rudal Hellfire digunakan untuk memburu dan menewaskan Ayman Al Zawahiri. Seperti apa kehebatan rudal berpemandu khusus ini?
Rudal ini dikenal sebagai AGM-114 Hellfire. Jenisnya peluru kendali udara ke permukaan yang fungsi dasarnya untuk menghancurkan tank dan lapis baja.
Rudal ini dapat ditembakkan dari berbagai peluncur udara, laut dan darat. Hellfire merupakan senjata tepat udara ke permukaan utama di kelas 100.
Nama HELLFIRE disematkan karena tujuan awalnya sebagai senjata yang istilahnya, tembak lalu lupakan.
Rudal ini awalnya diluncurkan dari helicopter serang. Hellfire berasal dari akronim, HELicopter Launched FIRE-and-forget).
AGM-114 Hellfire adalah sebuah sistem senjata yang terbukti tangguh di medan tempur. Peluru kendali ini telah digunakan di medan tempur sejak pertengahan 1980-an.
Rudal Hellfire ini bergerak dengan pemandu laser semi aktif. Rudal dapat mencari target secara mendiri (autonomous).
Atau sasaran sudah ditentukan dengan penanda remote laser. Hellfire dilengkapi three–axis inertial measurement unit, memungkinkan rudal menyerang sasaran dari samping dan dari sisi belakang.
Hulu ledaknya dilengkapi dengan mode fragmentasi, yakni akan meledak sesaat sebelum mengenai sasaran.
Hulu ledaknya bersifat multi purpose dengan kombinasi kemampuan HEAT, metal augmented charge dan shaped charge.
Artinya rudal sanggup menghajar sasaran berupa hard, soft, dan enclosed target. Rudal punya jarak tembak mencapai 8.000 meter dengan kecepatan Mach 1.3 (1.591 km per jam).
Sistem ini juga telah diuji untuk digunakan pada kendaraan tempur Humvee dan Improved TOW Vehicle (ITV).
Tembakan uji juga telah ditembakkan dari C-130 Hercules. Swedia dan Norwegia menggunakan Hellfire untuk pertahanan pesisir, dan telah melakukan tes dengan peluncur Hellfire yang dipasang di Combat Boat 90, kapal serang pantai.
Angkatan Laut AS sedang meluncurkan rudal untuk digunakan di kapal tempur pesisir. Tes pengembangan rudal Hellfire Longbow untuk digunakan pada kapal tempur pesisir (LCS) berhasil dilakukan pada Juni oleh Angkatan Laut AS dan dilaporkan pada 30 Juli 2015.
Rudal berhasil ditembakkan dari LCS pada awal 2017. Kapal Perang Littoral (LCS) USS Milwaukee (LCS 5 ) dari kelas Freedom telah melaksanakan latihan menembakkan empat rudal Longbow Hellfire di lepas pantai Virginia pada 11 Mei 2018.
USS Milwaukee dalam latihan langsung menembakkan empat rudal hellfire longbow yang berhasil menghantam target berupa kapal cepat yang berada di pantai.
Pada 2016 Longbow Hellfire diuji Angkatan Darat AS menggunakan Multi-Mission Launcher tabung lima belas yang dipasang pada truk Family of Medium Tactical Vehicle (FMTV).
MML adalah sistem senjata yang dikembangkan Angkatan Darat yang mampu memanfaatkan rudal permukaan-ke-permukaan dan permukaan-ke-udara.
Selain di helikopter dan pesawat sayap tetap, rudal Hellfire sudah teruji efektif digunakan serangan pesawat nirawak.
Militer AS dan CIA menempatkan rudal Hellfire di sejumlah drone tempur mereka. Di antaranya drone Predator MQ-1B, MQ-9 Reaper, Predator C dan MQ-1C Gray Eagle.
Serangan yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran, Jenderal Qassem Soleiman di Bandara Baghdad diduga juga menggunakan Hellfire.
Tidak terhitung lagi operasi-operasi khusus drone AS yang mengincar tokoh-tokoh teroris di Timur Tengah, Asia dan Afrika, juga menggunakan rudal presisi ini.
Al Zawahiri Tewas di Kabul
Seorang pejabat AS mengungkapkan, CIA melakukan serangan pesawat tak berawak di ibukota Afghanistan, Kabul, pada Minggu (31/7/2022).
Pemerintah Taliban mengkonfirmasi serangan itu terjadi, dengan juru bicara Zabihullah Mujahid mengutuknya sebagai pelanggaran prinsip-prinsip internasional.
Pihak berwenang Afghanistan mengatakan sebuah rudal telah menghantam sebuah rumah di distrik Sherpor di Kabul, tetapi tidak ada seorang pun di dalam.
"Sebuah roket menghantam sebuah rumah di daerah Sherpor Kabul pagi ini sekitar pukul 6," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Abdul Nafi Takoor kepada Tolo News.
“Rumah itu kosong, sehingga roket tidak menimbulkan korban,” katanya. Ternyata di lokasi itulah Ayman Al Zawahiri berada dan dinyatakan tewas.
Presiden AS Joe Biden mengumumkan tokoh penting, bahkan pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri, tewas akibat serangan drone militer pasukan AS.
Pernyataan Biden disampaikan lewat pidato Senin malam waktu Washington atau Selasa (2/8/2022) subuh WIB.
Pidato Biden muncul beberapa jam setelah laporan pertama kali muncul yang merinci militer AS telah berhasil membunuh seorang agen Al-Qaeda selama akhir pekan di Afghanistan.
"Pada Sabtu, atas arahan saya, AS berhasil menyelesaikan serangan udara di Kabul, Afghanistan yang menewaskan Emir Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri," kata Biden. "Zawahiri adalah pemimpin Bin Laden," imbuhnya.
Biden bersikeras AS telah mengetahui keberadaan Al-Zawahiri sejak awal tahun ini tetapi mengklaim dia menunggu sampai minggu ini – setelah diberi tahu “kondisinya optimal”.
Secara hati-hati AS mempertimbangkan bukti yang jelas dan meyakinkan dari lokasinya – untuk mengizinkan serangan “ itu akan menyingkirkannya dari medan perang sekali dan untuk selamanya.
Al-Zawahiri berasal dari Mesir sejak lahir. Ia memimpin organisasi teroris terkenal itu sejak eksekusi Osama Bin Laden diduga dilakukan oleh AS pada 2011.(Tribunnews.com/Wikipedia/Sputniknews/Reuters/Politico/xna)