Tribun

Israel Serang Gaza

Israel dan Gerilyawan Palestina Deklarasikan Gencatan Senjata di Gaza  

kelompok militan Palestina dan Israel berterima kasih kepada Mesir karena telah menengahi kesepakatan gencatan senjata.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Israel dan Gerilyawan Palestina Deklarasikan Gencatan Senjata di Gaza  
AFP/ABBAS MOMANI
Israel dan kelompok militan Palestina mengumumkan kesepakatan untuk memulai gencatan senjata pada Minggu (7/8/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, GAZA - Israel dan kelompok militan Palestina mengumumkan kesepakatan untuk memulai gencatan senjata pada Minggu (7/8/2022) malam.

Gencatan senjata tersebut untuk mengakhiri pertempuran yang terjadi selama tiga hari di Jalur Gaza.

Sepanjang akhir pekan kemarin pasukan Israel menggempur Palestina, sehingga memicu serangan roket dari militan Palestina ke kota-kota Israel. Serangan roket ini sebagian besar berkurang pada saat gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 20:30 GMT.

Baca juga: Mesir Upayakan Gencatan Senjata di Jalur Gaza, Israel Siap Menyetujuinya

Dalam pernyataan terpisahnya, kelompok militan Palestina dan Israel berterima kasih kepada Mesir karena telah menengahi kesepakatan gencatan senjata.

Pertempuran selama tiga hari di Kota Gaza dikhawatirkan akan berkembang lebih lanjut, meskipun relatif terkendali karena Hamas, kelompok Islam yang memerintah di Jalur Gaza dan memiliki kekuatan lebih besar dari kelompok Jihad Islam Palestina yang didukung Iran, sejauh ini belum menembakkan roketnya yang berukuran besar.

Para pejabat Gaza melaporkan 44 warga Palestina tewas, hampir setengah dari mereka merupakan warga sipil dan anak-anak.

Sementara roket Palestina telah mengancam sebagian besar wilayah Israel selatan dan mendorong penduduk di kota-kota termasuk Tel Aviv dan Ashkelon berlarian ke tempat perlindungan.

Pada Jumat (5/8/2022) lalu, Israel meluncurkan serangan yang mereka sebut serangan pre-emptive, yang dilakukan untuk mencegah serangan dari kelompok gerilyawan Palestina menyusul ditangkapnya seorang pemimpin kelompok itu, Bassam al-Saadi di Tepi Barat (West Bank).

Baca juga: Fakta-fakta Aksi Israel Serang Jalur Gaza Ini Perlu Anda Ketahui

Sebagai tanggapan, Kelompok Militan Palestina menembakkan ratusan roket ke Israel. Pada konferensi pers di Teheran, Iran, pemimpin kelompok itu, Ziyad al-Nakhala, mengatakan Mesir akan membantu pembebasan al-Saadi. Baik pejabat Israel maupun Mesir belum memberikan komentar mengenai hal ini.

Pada hari Minggu (7/8/2022) kemarin, Kelompok Militan Palestina memperluas serangannya ke arah Yerusalem, yang digambarkan kelompok ini sebagai pembalasan atas pembunuhan seorang komandan senior bersenjata, Khaled Mansour, oleh Israel.

Israel mengatakan sistem pertahanan udara Iron Dome-nya telah menembak jatuh roket Palestina. Namun militer Israel mengungkapkan mereka gagal menembak roket lainnya sehingga menyebabkan beberapa korban tewas di Gaza. Sementara Hamas menyalahkan Israel atas tewasnya penduduk dalam pertempuran kemarin. 

Warga Palestina terlihat membongkar reruntuhan rumah untuk menyelamatkan barang-barang. Mereka khawatir pertempuran akan kembali memanas setelah pecahnya perang pada tahun 2008-2009, 2012, 2014 dan 2021.

"Siapa yang mau perang? Tidak ada. Tapi kami juga tidak suka berdiam diri ketika perempuan, anak-anak dan pemimpin terbunuh," kata seorang sopir taksi di Kota Gaza, Abu Mohammad.

Baca juga: AS Dukung Israel untuk Mempertahankan Diri dan Desak Semua Pihak untuk Menghindari Eskalasi  

Israel Gencarkan Serangan ke Gaza

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas