Anwar Ibrahim Sebut Penjara Mungkin Jadi Akhir Karir Politik Najib Razak
Anwar Ibrahim nilai pemenjaraan akhir dari karir politik Najib Razak dan politisi partai UMNO tidak mungkin cepat dapat pengampunan kerajaan.
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Theresia Felisiani
Hal ini tentunya memicu desas-desus bahwa pemilihan umum ke-15 atau General Election 15 (GE15) akan diadakan sekitar kuartal terakhir tahun ini.
Anwar mengatakan bahwa ia yakin Ismail Sabri lebih suka mengadakan pemilihan lebih lambat daripada lebih cepat.
Baca juga: Sehari Setelah Najib Razak Dipenjara, PM Malaysia Hadiri Pertemuan di Markas UMNO
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebooknya pada Sabtu ini, Anwar menyampaikan bahwa penjadwalan ulang penargetan Anggaran 2023 adalah sinyal yang jelas bahwa GE15 akan segera diadakan.
Namun apakah Najib akan mengajukan pengampunan kerajaan atau tidak, masih belum jelas.
Sedangkan terkait kasus Anwar beberapa tahun silam, Raja mengajukan petisi untuk mengampuni Anwar setelah ia dipenjara pada 2015, namun ditolak.
Anwar akhirnya diampuni 3 tahun kemudian saat mantan musuh bebuyutannya, Tun Dr Mahathir Mohamad memimpin PH meraih kemenangan pemilihan perdananya dan secara terbuka mendukung petisinya setelah digulingkan pada 2018.