Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ekonomi Ukraina Hancur, PDB Merosot 37 Persen di Kuartal Kedua 2022

Penurunan ini lantas memperparah kehancuran ekonomi Ukraina pada tahun 2022, setelah di kuartal sebelumnya PDB Ukraina mengalami penurunan 15 persen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ekonomi Ukraina Hancur, PDB Merosot 37 Persen di Kuartal Kedua 2022
HANDOUT / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ekonomi Ukraina kembali mencatatkan penurunan hingga produk domestik bruto (PDB) amblas  37 persen selama kuartal kedua tahun 2022, imbas invasi yang dilakukan Rusia sejak akhir Februari lalu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, KIEV – Ekonomi Ukraina kembali mencatatkan penurunan hingga produk domestik bruto (PDB) amblas  37 persen selama kuartal kedua tahun 2022, imbas invasi yang dilakukan Rusia sejak akhir Februari lalu.

Penurunan ini lantas memperparah kehancuran ekonomi Ukraina pada tahun 2022, setelah di kuartal sebelumnya PDB Ukraina mengalami penurunan sebanyak 15 persen.

Mengutip dari Bloomberg, kemerosotan tajam pada ekonomi Ukraina mulai terjadi setelah Rusia menyerukan operasi militer ke Kiev dan seperlima wilayah di Ukraina lainnya.

Baca juga: Saat Ukraina Rayakan Keberhasilan Serangan Balasan, Rusia Tingkatkan Kekuatan

Akibat dari ketegangan geopolitik ini, sektor ekspor utama Ukraina menjadi terhambat dan banyak pabrik terpaksa gulung tikar, hingga membuat pertumbuhan negara pimpinan Volodymyr Zelensky ini terus mengalami kemunduran selama beberapa bulan terakhir dan membuat ekonomi Ukraina berkontraksi sebesar 33 persen.

Tak hanya menghancurkan ekonomi Ukraina saja, menurut laporan Kantor Statistik Ukraina serangan invasi yang dilakukan Rusia juga telah membuat puluhan ribu warga sipil Ukraina tewas sementara jutaan warga lainnya terpaksa mengungsi ke negara lain untuk mengamankan diri dari serangan militer Moskow.

Khawatir masalah ini semakin membuat perekonomian negara berkontraksi, bank sentral Ukraina bahkan terpaksa mempertahankan suku bunga acuan sebesar 25 persen, sampai ketegangan perang mereda.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski saat ini konflik panas antara Moskow dan Kiev masih memanas, namun berkat perjanjian kerjasama yang digagas Turki kini jutaan ton biji – bijian asal Kiev dapat kembali dikirimkan  ke pasar global melalui pelabuhan laut Hitam sejak awal Agustus lalu.

Berkat dibukanya kegiatan ekspor perekonomian Ukraina perlahan mulai menunjukkan sinyal positif, walau hasil pendapatan dari ekspor ini belum dapat menutup kerugian Kiev selama perang.

Baca juga: Ekonomi Inggris Makin Tertekan, Nilai Pound Sterling Turun ke Level Terendah Sejak 37 Tahun Terakhir

Namun dengan adanya indikator tersebut menunjukkan bahwa saat ini perekonomian Ukraina perlahan mulai terangkat dari jurang resesi. Bank Sentral yang berpusat di Kyiv juga optimistis apabila ekonomi di negaranya dapat kembali bangkit dan tumbuh di tahun 2023 mendatang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas