Kapan Pangeran Charles Dinobatkan sebagai Raja Charles III?
Kapan Pangeran Charles menjadi Raja Charles III? Bagaimana Charles akan dikenal? Bagaimana dengan Camila setelah Charles menjadi Raja Inggris?
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Pangeran Charles adalah pewaris takhta terlama dalam sejarah Inggris.
Peran yang dia miliki sejak ibunya, Ratu Elizabeth II naik takhta pada 1952.
Setelah kematian Ratu pada Kamis (8/9/2022), Pangeran Charles secara otomatis menggantikannya sebagai penguasa Inggris Raya.
Namanya akan berganti menjadi Raja Charles III.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui tentang pewaris takhta Kerajaan Inggris, dikutip Tribunnews.com dari Time:
Kapan Pangeran Charles menjadi Raja Charles III?
Langsung.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal, Pangeran Charles Naik Takhta Jadi Raja Inggris
Takhta tidak pernah kosong, dan diteruskan segera setelah raja meninggal.
Menurut The Guardian, rencana suksesi menentukan bahwa Charles akan membuat pidato pertamanya kepada publik sebagai kepala negara pada malam setelah kematian Elizabeth.
Dia akan secara resmi diproklamasikan sebagai raja pada pukul 11 pagi hari berikutnya di Istana St James di London.
Sementara itu, parlemen Inggris akan berkumpul dalam waktu 24 jam setelah kematian Ratu sehingga anggota parlemen dapat bersumpah setia kepada kepala negara yang baru.
Penobatan Raja Charles kemungkinan tidak akan terjadi setidaknya selama beberapa bulan.
Hal ini mengingat tradisi mengadakan perayaan seperti penobatan selama masa berkabung dianggap tidak sopan.
Ratu Elizabeth II menunggu 16 bulan setelah kematian ayahnya Raja George V pada Februari 1952.
Baca juga: Perdana Menteri Inggris Liz Truss: Ratu Elizabeth II Menjadi Inspirasi Saya
Apakah Pangeran William memiliki peluang untuk menjadi raja setelah kematian Ratu?
Sebelum kematian Ratu, Pangeran William (40) berada di urutan kedua pewaris takhta.
Dia tidak akan menjadi raja sampai kematian ayahnya.
Pada usia 73, Charles lebih tua dalam aksesi daripada raja mana pun dalam sejarah Inggris (rekor sebelumnya dipegang oleh Raja Edward VII, yang berusia 59 tahun ketika ia menggantikan ibunya, Ratu Victoria pada tahun 1901).
Beberapa jajak pendapat menunjukkan bahwa hampir setengah dari Inggris ingin Charles minggir dan membiarkan putra sulungnya menggantikannya.
Tetapi para ahli kerajaan mengatakan ini sangat tidak mungkin terjadi.
Charles telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempersiapkan diri menjadi raja.
Hanya satu raja Inggris yang pernah secara sukarela menyerahkan tahtanya; Raja Edward II.
Paman Ratu turun takhta pada tahun 1936 karena dia ingin menikahi janda Amerika Wallis Simpson, menyebabkan krisis monarki.
Hasil dari turun takhta itu, pada akhirnya, keponakan Raja Edward menjadi Ratu Elizabeth II.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Masyarakat Inggris Menangis di Luar Istana Buckingham
Apa yang akan Charles lakukan setelah kematian Ratu?
Usai upacara proklamasi, Charles akan segera memulai tur ke empat negara yang membentuk Inggris: Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.
Dia akan bertemu dengan para pemimpin pemerintah mereka yang dilimpahkan, serta masyarakat lokal.
Banyak yang berharap gaya keterlibatan publik Charles akan dirancang untuk lebih membumi.
Apa yang akan dilakukan dalam upacara penobatan?
Menurut tabloid Inggris, Mirror melaporkan sebuah komite rahasia yang disebut Golden Orb—mengacu pada sebuah bola emas kecil yang berada di dalam mahkota—telah merencanakan penobatan Charles selama lebih dari satu dekade.
Rencana kemungkinan sudah ditata dengan cermat, tetapi dijaga ketat.
Ada perdebatan di Inggris tentang seberapa agung dan bagaimana seharusnya penobatan Charles yang religius.
Baca juga: Kondisi Ratu Elizabeth II dalam Pengawasan Medis, Seluruh Keluarga Kerajaan Menuju Balmoral
Upacara Ratu Elizabeth II sarat dengan tradisi Kekristenan Anglikan—termasuk pengurapan dengan minyak suci dan pengambilan komuni.
Itu dimaksudkan untuk menandakan penganugerahan rahmat Tuhan kepada raja, yang juga kepala Gereja Inggris.
Banyak yang ingin melihat tradisi keagamaan itu dipertahankan.
Tetapi pada tahun 2018, Unit Konstitusi, sebuah wadah pemikir di University College London, merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa upacara penobatan harus sekuler mengingat keragaman negara.
Ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk Inggris tidak memiliki afiliasi agama, sementara dua pertiga dari mereka yang menghadiri upacara keagamaan bukan orang Kristen Anglikan.
“Upacara sekuler bisa merayakan keragaman bangsa dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh layanan Anglikan,” katanya.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia pada Usia 96 Tahun
Bagaimana Charles akan dikenal?
Raja baru telah memilih nama Raja Charles III.
Ratu Elizabeth II terkenal melanggar tradisi kerajaan dengan menjaga nama agungnya sama dengan nama lahirnya.
Sebuah pernyataan dari Keluarga Kerajaan menegaskan bahwa Charles mengikuti jejaknya dan sekarang dikenal sebagai Raja Charles III.
Pangeran Charles, yang bernama lengkap Charles Philip Arthur George, bisa saja memilih salah satu dari ini untuk gelar barunya.
Bagaimana dengan Camila?
Camila menjadi Permaisuri.
Baca juga: Ratu Elizabeth dan 15 Perdana Menterinya, dari Winston Churchill, Boris Johnson hingga Liz Truss
Ketika Charles menikahi Camilla Parker-Bowles pada tahun 2005, ia menjadi Duchess of Cornwall, memilih untuk tidak menjadi Princess of Wales karena gelar itu terkait dengan mendiang Putri Diana .
Pada Februari 2022, Ratu merilis pesan tertulis yang mengungkapkan “harapannya yang tulus” agar Camilla mengambil gelar Permaisuri ketika Charles menjadi raja, yang berarti bangsawan juga akan dimahkotai dan diurapi.
Pernyataan itu bertentangan dengan saran sebelumnya dari Clarence House, kediaman resmi Charles dan Camilla, bahwa Camilla akan menjadi "Princess Consort."
Pengamat kerajaan mengatakan langkah itu mencerminkan kesadaran monarki akan meningkatnya dukungan publik untuk Camilla.
Berita lain terkait dengan Ratu Elizabeth II
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan