Tribun

Realisasi Biaya Medis Tahun Fiskal 2021 Jepang Lebih dari 44 Triliun Yen

Realisasi perkiraan biaya pengobatan yang dibayarkan ke institusi medis nasional untuk perawatan penyakit dan cedera sebesar 44,2 triliun yen.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Realisasi Biaya Medis Tahun Fiskal 2021 Jepang Lebih dari 44 Triliun Yen
Foto Richard Susilo
Kementerian kesehatan Jepang di Kasumigaseki Tokyo, Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mengumumkan realisasi perkiraan biaya pengobatan yang dibayarkan ke institusi medis nasional untuk perawatan penyakit dan cedera pada tahun fiskal 2021 sebesar 44,2 triliun yen.

"Jumlah ini meningkat 2 triliun yen dibandingkan tahun fiskal 2020," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (17/9/2022).

Jumlah realisasi pada tahun sebelumnya (2020) diketahui lebih kecil akibat penyebaran infeksi virus corona. Namun tingkat pertumbuhannya 4,6 persen.

"Biaya terkait Covid telah meningkat. Ada juga reaksi balik, seperti peningkatan besar dalam kunjungan rawat jalan untuk anak-anak," kata seorang pejabat Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan.

Baca juga: Kyoto Gyukatsu Pelopor Jadikan Sapi Terenak Disantap di Lebih Dari 70 Toko di Jepang

Pada tahun fiskal 2021 (1 April 2021 sampai dengan 31 Maret 2022), epidemi gelombang kelima dan gelombang keenam Covid-19 menyebabkan peningkatan infeksi yang cepat.

Meskipun demikian kembalinya arus orang (perpindahan satu tempat ke tempat lain termasuk masuknya ke Jepang dari luar negeri) dibandingkan dengan tahun 2020, dianggap sebagai faktor peningkatan infeksi tersebut.

Biaya pengobatan rawat jalan adalah 15,3 triliun yen, meningkat 1,1 triliun yen. Tingkat pertumbuhan pediatri di klinik mencapai 42,4 persen.

"Untuk tahun fiskal 2022 ini masih belum diketahui apakah meningkat atau tidak walaupun pandemi mulai mereda saat ini. Namun kebutuhan lain di bidang medis masih tetap tinggi dan bukan tidak mungkin meningkat lagi," ujarnya.

Salah satu biaya pengeluaran itu adalah bantuan pemerintah untuk pengembangan vaksin dalam negeri Jepang agar nantinya dapat mengurangi ketergantungan pemerintah kepada vaksin dari luar Jepang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas