Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Elon Musk Terlibat Keributan dengan Zelensky Terkait Gagasan Rencana Damai Rusia dan Ukraina

Musk mengusulkan kesepakatan damai melalui referendum di wilayah Ukraina yang diduduki oleh Moskow.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Elon Musk Terlibat Keributan dengan Zelensky Terkait Gagasan Rencana Damai Rusia dan Ukraina
AFP
CEO Tesla, Elon Musk terlibat keributan dengan pejabat Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelensky di media sosial. Keributan itu berawal dari gagasan Musk yang menginginkan perang antara Rusia dan Ukraina dapat segera selesai. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – CEO Tesla, Elon Musk terlibat keributan dengan pejabat Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelensky di media sosial.

Dikutip dari Reuters, Selasa (4/10/2022) keributan itu berawal dari gagasan Musk yang menginginkan perang antara Rusia dan Ukraina dapat segera selesai.

Namun, gagasan yang disampaikan Musk melalui media sosial Twitter ternyata cukup kontroversial.

Pasalnya, Musk mengusulkan kesepakatan damai melalui referendum di wilayah Ukraina yang diduduki oleh Moskow.

Baca juga: UPDATE Perang Rusia-Ukraina Hari ke-222, Ex CIA: AS akan Bertindak Jika Moskow Pakai Senjata Nuklir

Sebelumnya, pemungutan suara itu dikecam oleh Kyiv dan pemerintah Barat sebagai tindakan ilegal dan memaksa.

CEO Tesla itu membuat jajak pendapat di akun Twitternya yang diikuti oleh lebih dari 107 juta orang, guna mengetahui pendapat masyarakat atas idenya tersebut.

Menanggapi hal itu, Zelensky langsung mentweet Musk: "@elonmusk mana yang lebih Anda sukai?” seraya menambahkan, “Apakah anda mendukung Rusia atau Ukraina?”.

Tak hanya Zelensky, Duta Besar Kyiv untuk Jerman, Andriy Melnyk menjawab dengan blak-blakan bahwa ide Musk tersebut sesat.

"Tanggapan saya yang sangat diplomatis kepada Musk adalah cukup menyesatkan," katanya.

Pada Februari lalu, ketika internet Ukraina terganggu setelah invasi Rusia, Musk menanggapi tweet oleh seorang pejabat pemerintah Ukraina yang mencari bantuan.

Musk mengatakan, layanan broadband satelit Starlink SpaceX tersedia di Ukraina dan SpaceX mengirim lebih banyak terminal satelit ke negara itu.

"Biaya luar biasa SpaceX untuk mengaktifkan dan mendukung Starlink di Ukraina sejauh ini 80 juta dolar AS. Dukungan kami untuk Rusia adalah 0. Jelas, kami pro Ukraina," tulis Musk di Twitter pada Senin (3/10).

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta Ukraina untuk menghentikan permusuhan dan bernegosiasi, setelah memerintahkan mobilisasi parsial untuk memperkuat pasukannya dan mengancam akan menggunakan senjata nuklir.

Di sisi lain, Zelensky mengatakan dirinya tidak akan pernah bernegosiasi dengan Rusia selama Putin tetap menjadi pemimpinnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas