Tribun

Amerika Serikat Panik Tahu Rusia dan Arab Saudi akan Pangkas Produksi Minyak Mereka

Rusia dan Arab Saudi disebut mendorong pemangkasan mencapai dua juta barel per hari atau lebih.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Amerika Serikat Panik Tahu Rusia dan Arab Saudi akan Pangkas Produksi Minyak Mereka
Ali Haider/EPA/The Guardian
Lapangan minyak Khurais di Arab Saudi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Gedung Putih mati-matian mencari cara untuk mencegah pengurangan besar dalam produksi minyak, yang diprediksi terjadi setelah pertemuan negara-negara anggota OPEC+, dalam sebuah langkah yang dapat dipastikan akan membuat harga melonjak.

"Amerika Serikat (AS) telah memobilisasi semua Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia di pemerintahan, Gedung Putih pun 'mengalami kejang dan panik'," kata seorang pejabat senior yang enggan disebutkan namanya kepada media.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (5/10/2022), ukuran pengurangan produksi minyak itu memang belum disepakati dalam pertemuan anggota OPEC dan produsen lain di markas kartel di Wina, Austria pada Rabu waktu setempat.

Baca juga: Imbas Pelemahan Pasar, OPEC+ Berencana Pangkas Produksi Minyak Lebih dari 1 Juta Barel Per Hari

Namun Rusia dan Arab Saudi mendorong pemangkasan mencapai dua juta barel per hari atau lebih, dengan kemungkinan proses ini dilakukan secara bertahap dalam waktu beberapa bulan.

Informasi ini diperoleh dari orang-orang yang mengetahui tentang diskusi tersebut.

Jika disetujui, ini akan menjadi pengurangan produksi minyak terbesar sejak awal pandemi virus corona (Covid-19), saat sistem penguncian (lockdown) memangkas permintaan di seluruh dunia.

Langkah drastis OPEC+ ini diperkirakan akan menyebabkan lonjakan dramatis pada harga minyak mentah global.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas