Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin Sebut Mobilisasi Militer akan Selesai dalam Waktu 2 Minggu

Putin Sebut Mobilisasi Militer yang diserukan bulan lalu akan berakhir dalam waktu 2 minggu. Sekitar 222.000 orang Rusia direkrut menjadi tentara.

Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: Sri Juliati
zoom-in Presiden Rusia Vladimir Putin Sebut Mobilisasi Militer akan Selesai dalam Waktu 2 Minggu
Gavriil GRIGOROV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara kepada peserta kompetisi guru melalui konferensi video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 5 Oktober 2022. Putin Sebut Mobilisasi Militer yang diserukan bulan lalu akan berakhir dalam waktu 2 minggu. Sekitar 222.000 orang Rusia direkrut menjadi tentara, Jumat (14/10/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa tidak ada rencana untuk memperluas mobilisasi militer, CNN melaporkan.

Putin juga mengungkapkan bahwa upaya mobilisasi militer akan berakhir dalam waktu dua minggu.

"Mobilisasi sudah berakhir. Saya berasumsi dalam dua minggu semua tindakan mobilisasi akan selesai," katanya, Jumat (14/10/2022).

Lebih lanjut, Putin menyebut sejauh ini sekitar 222.000 dari 300.000 orang Rusia yang direncanakan telah direkrut menjadi tentara.

Pada laporan CNN yang berbeda, Putin mengungkap tidak ada penyesalan dan menekankan bahwa tindakan Rusia di Ukraina adalah hal yang benar.

"Saya tidak menyesal. Saya ingin menjelaskan bahwa apa yang terjadi sekarang tidak menyenangkan," jelasnya.

Baca juga: Sederet Senjata Canggih yang Tidak Dikirim AS ke Ukraina, Khawatir Buat Putin Berang

Selain itu, Putin juga mengungkapkan bahwa setidaknya untuk saat ini Rusia tidak perlu melakukan serangan besar-besaran terhadap Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengungkapkan bahwa Jerman telah melakukan kesalahan engan memihak NATO dalam konflik Ukraina.

"Jerman memutuskan bahwa komitmen terhadap beberapa perjanjian internasional, termasuk NATO, lebih diutamakan daripada kepentingan domestik."

"Saya percaya bahwa ini adalah kesalahan dan ekonomi serta warga mereka menderita. Jika tidak, mereka tidak akan merusak jaringan pipa gas Nord Stream," kata Putin, CNN melaporkan.

Baca juga: Keputusan Indonesia Kutuk Pencaplokan Rusia atas 4 Wilayah Ukraina Dipuji Inggris

"Salah satu cabang pipa Nord Stream 2 dalam kondisi berfungsi. Keputusan untuk meluncurkannya tidak dibuat dan tidak mungkin dibuat, tetapi itu bukan urusan kami," tambahnya.

Pada kesempatan itu Putin juga ditanya apakah dia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden.

"Anda harus bertanya kepadanya (Biden) apakah dia ingin mengadakan pembicaraan dengan saya."

"Untuk saat ini, saya tidak melihat perlunya negosiasi dengan Biden sampai saya melihat platform untuk ini," katanya, setelah selesai KTT Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di ibukota Kazakh, Astana.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas