Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Peralatan Kian Menipis, Putin Percepat Produksi Senjata Fasilitasi Perang di Ukraina

Vladimir Putin membentuk komite untuk mempercepat produksi senjata dan pasokan perang lainnya untuk memfasilitasi tentara Rusia di Ukraina.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Sri Juliati
zoom-in Peralatan Kian Menipis, Putin Percepat Produksi Senjata Fasilitasi Perang di Ukraina
AFP/MLADEN ANTONOV
Tank-tank Rusia berparade di akhir latihan militer Vostok 2018 yang digelar di dekat perbatasan China. - Vladimir Putin membentuk komite untuk mempercepat produksi senjata dan pasokan perang lainnya untuk memfasilitasi tentara Rusia di Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin mendorong pemerintahannya untuk memotong birokrasi guna mempercepat produksi senjata.

Dengan perang yang sudah berjalan selama delapan bulan, Rusia membutuhkan pasokan persenjataan untuk melanjutkan invasi ke Ukraina.

Terlebih belakangan ini, pasukan Rusia kewalahan dengan serangan balasan dari militer Ukraina di wilayah yang didudukinya.

Dilansir Al Jazeera, kekurangan pasokan persenjataan untuk militer Rusia begitu nyata sehingga Putin harus membuat struktur untuk mengatasinya. 

Pada Selasa (25/10/2022), Putin mengetuai komite baru yang bertugas untuk mempercepat produksi dan pengiriman senjata serta pasokan untuk pasukan Rusia.

Pemimpin Rusia ini menekankan perlunya "mendapatkan tempo yang lebih tinggi di semua bidang".

Baca juga: Rusia Memberi Tahu AS Soal Rencananya Gelar Latihan Nuklir Tahunan

Komite yang dinamai Dewan Koordinasi untuk Memenuhi Kebutuhan Operasi Militer Khusus itu diminta Putin agar berpikir di luar kebiasaan dan "menyelesaikan semua masalah dengan lebih cepat dan lebih efisien".

Menurut laporan media Rusia, tentara yang dimobilisasi ke Ukraina belum dilengkapi peralatan dasar yang memadai, seperti peralatan medis dan jaket antipeluru.

Dikatakan Putin sebelumnya, ada 222.000 tentara cadangan yang dimobilisasi, lebih sedikit dari target awal sebanyak 300.000.

Namun pekan lalu, Putin mengunjungi tempat pelatihan di Rusia yang menampilkan tentara-tentara dengan perlengkapan yang baik.

Laporan lain mengatakan bahwa pasukan Rusia terpaksa menggunakan peralatan lama yang kadang sudah usang.

Sejumlah tentara yang baru dimobilisasi itu juga dikatakan dikirim ke garis depan perang dengan sedikit pelatihan.

Video handout yang diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Februari 2022, menunjukkan peluncur roket ganda Grad menembaki target musuh tiruan selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Angkatan Bersenjata Negara Serikat. Pasukan Respons, di lapangan tembak Obuz-Lesnovsky dekat kota Baranovichi di Belarus. - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu Moskow, mengatakan pada 17 Februari 2022 bahwa negaranya akan siap menyambut
Video handout yang diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Februari 2022, menunjukkan peluncur roket ganda Grad menembaki target musuh tiruan selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Angkatan Bersenjata Negara Serikat. Pasukan Respons, di lapangan tembak Obuz-Lesnovsky dekat kota Baranovichi di Belarus. Vladimir Putin membentuk komite untuk mempercepat produksi senjata dan pasokan perang lainnya untuk memfasilitasi tentara Rusia di Ukraina. (Photo by Russian Defence Ministry / AFP) (AFP/-)

Untuk menggantikan senjata presisi jarak jauh buatan Rusia yang semakin langka, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, Kremlin kemungkinan akan menggunakan sejumlah besar drone untuk menembus pertahanan udara Ukraina.

"Amunisi artileri Rusia hampir habis," kata kementerian itu dalam sebuah laporan pada Selasa (25/10/2022).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas