Tribun

Virus Corona

China Umumkan Kematian Pertama akibat Covid-19 dalam Hampir Setengah Tahun

China mengumumkan kematian baru pertama akibat virus Corona (Covid-19) dalam hampir setengah tahun, Minggu (20/11/2022).

Penulis: Rica Agustina
Editor: Daryono
zoom-in China Umumkan Kematian Pertama akibat Covid-19 dalam Hampir Setengah Tahun
Noel Celis / AFP
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel swab dari seorang wanita untuk tes virus corona Covid-19 di Beijing pada 1 Mei 2022. -- China mengumumkan kematian baru pertama akibat virus Corona (Covid-19) dalam hampir setengah tahun, Minggu (20/11/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - China mengumumkan kematian baru pertama akibat virus Corona (Covid-19) dalam hampir setengah tahun, Minggu (20/11/2022).

Kematian pria Beijing berusia 87 tahun itu adalah yang pertama dilaporkan oleh Komisi Kesehatan Nasional sejak 26 Mei, sehingga jumlah total kematian menjadi 5.227.

Kematian sebelumnya dilaporkan di Shanghai, yang mengalami lonjakan kasus besar di musim semi.

AP News melaporkan, China pada Minggu (20/11/2022) mengumumkan 24.215 kasus baru terdeteksi selama 24 jam sebelumnya, sebagian besar dari mereka tidak menunjukkan gejala.

China memiliki tingkat vaksinasi keseluruhan lebih dari 92 persen setelah menerima setidaknya satu dosis.

Jumlah itu jauh lebih rendah di antara orang tua, terutama mereka yang berusia di atas 80 tahun.

Baca juga: Sebaran 5.172 Kasus Covid-19 Indonesia 20 November 2022: Jakarta Tertinggi dengan 2.373 Kasus

Komisi tidak memberikan perincian tentang status vaksinasi pria yang meninggal.

Kerentanan itu dianggap sebagai salah satu alasan mengapa China sebagian besar menutup perbatasannya dan tetap berpegang pada kebijakan "nol-COVID" yang berupaya menghapus infeksi melalui penguncian, karantina, pelacakan kasus, dan pengujian massal, meskipun berdampak pada kehidupan normal dan ekonomi dan meningkatnya kemarahan publik pada pihak berwenang.

China mengatakan pendekatan kerasnya telah membuahkan hasil dalam jumlah kasus dan kematian yang jauh lebih rendah daripada di negara lain, seperti Amerika Serikat (AS).

Dengan populasi 1,4 miliar, China secara resmi melaporkan hanya 286.197 kasus sejak virus pertama kali terdeteksi di kota Wuhan di China tengah pada akhir 2019.

Itu dibandingkan dengan 98,3 juta kasus dan 1 juta kematian untuk AS, dengan populasinya 331,9 juta, sejak virus pertama kali muncul di sana pada tahun 2020.

Namun, angka-angka China dipertanyakan, berdasarkan reputasi lama Partai Komunis yang berkuasa untuk memanipulasi statistik, kurangnya pengawasan dari luar dan kriteria yang sangat subyektif untuk menentukan penyebab kematian.

Tidak seperti di negara lain, kematian pasien yang menunjukkan gejala Covid-19 sering dikaitkan dengan kondisi yang mendasarinya seperti diabetes atau penyakit jantung, menutupi jumlah sebenarnya kematian akibat virus dan hampir pasti menyebabkan jumlah yang lebih rendah.

Kritikus menunjuk terutama pada wabah tahun ini di Shanghai.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas