Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Dinilai Manfaatkan Musim Dingin sebagai Senjata, Zelensky Desak PBB untuk Lawan Teror Putin

Rusia dianggap jadikan musim dingin sebagai senjata perang, menyerang infrastruktur energi dan membuat rakyat Ukraina kedinginan di musim dingin.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
zoom-in Rusia Dinilai Manfaatkan Musim Dingin sebagai Senjata, Zelensky Desak PBB untuk Lawan Teror Putin
Genya SAVILOV / AFP
Seorang wanita mendorong sepedanya melewati jalan melewati tanda bertuliskan "Stop-Mines" di dekat desa Makariv, sebelah barat Kyiv, Ukraine pada 22 November 2022, di tengah Invasi Rusia ke Ukraina. Rusia dianggap jadikan musim dingin sebagai senjata perang, menyerang infrastruktur energi dan membuat rakyat Ukraina kedinginan di musim dingin. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik "formula teror" Rusia setelah negaranya dibombardir hingga 70 serangan rudal hanya dalam satu hari.

Dilansir Independent, Volodymyr Zelensky mendesak PBB untuk mengambil tindakan atas strategi perang Vladimir Putin.

Pasukan Putin menargetkan infrastruktur energi vital di Ukraina, membuat warga kedinginan tanpa listrik di musim dingin.

"Hari ini kami telah menerima 70 rudal. Itulah formula teror Rusia,” kata Zelensky melalui panggilan video ke ruang dewan PBB di New York, Kamis (24/11/2022).

Rumah sakit, sekolah, infrastruktur transportasi, dan daerah pemukiman juga semuanya terkena serangan Rusia.

Ukraina sedang menunggu untuk melihat "reaksi yang sangat tegas" dari dunia terhadap serangan udara Rusia hari Rabu, tambahnya.

Baca juga: Rusia Luncurkan kembali Merek Mobil Moskvich era Soviet

Zelensky juga menyerukan agar Rusia tidak memberikan suara pada keputusan apa pun terkait tindakannya.

“Kita tidak bisa menjadi sandera satu teroris internasional,” katanya.

“Rusia melakukan segalanya untuk membuat generator energi menjadi alat yang lebih kuat daripada Piagam PBB.”

Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk PBB, mengatakan bahwa Putin jelas mempersenjatai musim dingin untuk menimbulkan penderitaan yang luar biasa pada rakyat Ukraina.

"Presiden Rusia mencoba membekukan Ukraina agar mereka tunduk, ujarnya.

Sementara itu Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, memberi tanggapan atas pernyataan Zelensky.

Vasily Nebenzya mengeluh bahwa Zelensky tampil melalui video adalah suatu pelanggaran.

Ia juga menolak apa yang disebutnya "ancaman dan ultimatum sembrono" oleh Ukraina dan pendukungnya di Barat.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas