Tribun

Alasan Keamanan, Amerika Serikat Larang Penggunaan Produk CCTV asal China

AS melarang penggunaan perangkat telekomunikasi dan pengawasan video dari merek China

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Sanusi
zoom-in Alasan Keamanan, Amerika Serikat Larang Penggunaan Produk CCTV asal China
ISTIMEWA
Ilustrasi CCTV 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Departemen Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) melarang penggunaan perangkat telekomunikasi dan pengawasan video dari merek China, termasuk Huawei dan ZTE dengan alasan risiko keamanan nasional.

Dikutip dari Aljazeera, FCC yang beranggotakan lima orang mengatakan pada Jumat (25/11/2022) pihaknya telah memilih dengan suara bulat untuk mengadopsi aturan baru yang akan memblokir impor atau penjualan produk.

Baca juga: Inggris Mulai Batasi Penggunaan CCTV Buatan China Terkait Alasan Keamanan

“Kami memutuskan untuk melarang otorisasi peralatan komunikasi dan elektronik berdasarkan pertimbangan keamanan nasional," kata Brendan Carr, Komisaris FCC.

Dia menambahkan bahwa langkah tersebut telah mendapat dukungan dari bipartisan yang luas di antara pimpinan kongres AS.

Baca juga: Meta, Induk Facebook Kuak Operasi Propaganda Individu dan Militer AS

Adapun, pejabat keamanan AS telah memperingatkan bahwa peralatan dari merek China seperti Huawei dapat digunakan untuk mengganggu jaringan nirkabel generasi kelima (5G) dan mengumpulkan informasi sensitif.

“Larangan tersebut adalah langkah terbaru dalam dorongan selama bertahun-tahun untuk menjaga keamanan jaringan AS dengan mengidentifikasi dan melarang perangkat yang dianggap sebagai ancaman keamanan, kata FCC.

Di sisi lain, Huawei dan pemerintah China telah lama membantah tuduhan spionase dan mengecam sanksi AS terhadap teknologi China.

Inggris Turut Batasi Penggunaan Perangkat China

Pemerintah Inggris pada Kamis (24/11/2022) memutuskan untuk berhenti menggunakan CCTV buatan China terkait dengan risiko keamanan.

“Keputusan itu diambil setelah peninjauan kemungkinan risiko keamanan saat ini dan masa depan yang terkait dengan pemasangan sistem pengawasan visual di kawasan pemerintah," kata Oliver Dowden, pejabat Inggris.

“Tinjauan tersebut telah mengingatkan ancaman terhadap Inggris dalam konektivitas sistem pemantauan ini, yang diperlukan adanya kontrol tambahan,” imbuhnya.

Mengutip CNBC, arahan tersebut berlaku untuk kamera yang dibuat oleh perusahaan yang tunduk pada undang-undang keamanan China dan mencakup panduan bagi departemen untuk memutuskan sambungan perangkat tersebut dari jaringan komputer inti dan mempertimbangkan untuk menghapus semuanya.

Mayoritas badan publik Inggris menggunakan kamera pengintai (CCTV) yang dibuat oleh Hikvision atau Dahua.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas