Tribun

Kirim Surat ke Kim Jong Un, China Ajak Korea Utara Untuk Jalin Kerja Sama

Permintaan tersebut disampaikan Korsel setelah Xi menyuarakan keyakinan bahwa Beijing tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut oleh Pyongyang.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Kirim Surat ke Kim Jong Un, China Ajak Korea Utara Untuk Jalin Kerja Sama
KCNA
Kim Jong Un bersama putrinya tengah mengawasi peluncuran rudal balistik terbaru milik Korea Utara di Bandara Internasional Pyongyang, Jumat (18/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Asia Tenggara, Presiden China Xi Jinping diketahui mengirim sebuah surat kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Menurut laporan kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), dalam laporannya pada Sabtu (26/11) surat yang dikirimkan presiden Xi pada Korea Utara berisikan ajakan kerjasama untuk menciptakan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan di tengah ketegangan kawasan Asia.

"Melalui beberapa putaran pertemuan, saya dan rekan saya, Sekretaris Jenderal (Parti Buruh Korut Kim Jong-un), membangun pemahaman bersama yang penting dan kemajuan dalam hubungan China-Korut, untuk mendorong resolusi politik terhadap masalah Semenanjung (Korea), serta melindungi kepentingan bersama dari kedua negara," kata Xi dalam suratnya.

Baca juga: Geram Negaranya Diancam, Kim Yo-jong, Adik Kim Jong-un Mencaci Presiden Korsel

Ajakan kerja sama ini disampaikan China usai negara tirai bambu ini mendapatkan desakan dari para sekutunya yakni Korea Selatan (Korsel) dan Jepang untuk membujuk Korut agar menghentikan provokasi peluncuran uji coba nuklir, seperti yang dilansir dari Al Jazeera.

Utusan Korsel untuk masalah nuklir Kim Gunn pada Senin lalu bahkan menghubungi Duta Besar (Dubes) China di Seoul Xing Haiming serta Dubes Rusia Andrey Kulik untuk menahan Korut agar mau kembali ke meja dialog.

Permintaan tersebut disampaikan Korsel setelah Xi menyuarakan keyakinan bahwa Beijing tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut oleh Pyongyang pada pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden di sela-sela KTT G20 Bali yang digelar pada 15 November lalu.

Presiden Xi mengaku bersedia memperkuat hubungan bilateral dengan Korut serta mempromosikan perdamaian dan stabilitas di tengah ancaman perpecahan geopolitik sejumlah dunia.

China sendiri diketahui telah lama membangun hubungan baik dengan Korea Utara, bahkan negara tirai bambu ini menyumbang lebih dari 90 persen perdagangan bilateralnya untuk Pyongyang.

Hubungan China dan Korea Utara yang harmonis, diprediksi dapat membantu menenangkan Kim Jong Un untuk menghentikan uji coba nuklir yang beberapa bulan terakhir kerap diaktifkan, hingga memicu perang dingin dengan pemerintah Korea Selatan dan Jepang.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas