Tribun

Tokyo Meradang, Empat Kapal Meriam Penjaga Pantai China Masuki Wilayah Jepang

Mengetahui adanya ancaman tersebut kapal patroli Jepang langsung memerintahkan kapal China untuk segera meninggalkan daerah itu.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Tokyo Meradang, Empat Kapal Meriam Penjaga Pantai China Masuki Wilayah Jepang
THE 11TH REGIONAL COAST GUARD HEADQUARTERS / VIA KYODO
Kapal penjaga pantai China yang dilengkapi dengan senjata meriam besar secara diam – diam memasuki wilayah perairan Jepang, tepatnya di dekat Kepulauan Senkaku di Laut China Timur pada Jumat (26/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Empat kapal penjaga pantai China yang dilengkapi dengan senjata meriam besar secara diam – diam memasuki wilayah perairan Jepang, tepatnya di dekat Kepulauan Senkaku di Laut China Timur pada Jumat (26/11/2022).

Menurut laporan penjaga pantai Jepang, dua kapal China terlihat memasuki wilayah perairan Jepang pada Jumat dini hari pukul 02:35 waktu setempat, sementara dua kapal lainnya yang membawa sebuah meriam berukuran 76 mm kembali menyusup ke kawasan perairan tersebut pada pukul 10:00 pagi.

Keempatnya terdeteksi di perairan Senkaku, pulau tak berpenghuni yang dikuasai Tokyo yang juga diklaim oleh Beijing.

Mengetahui adanya ancaman tersebut kapal patroli Jepang langsung memerintahkan kapal China untuk segera meninggalkan daerah itu.

Baca juga: Jepang Gusar, Dua Kapal China Terdeteksi Berlayar di Sekitar Perairan Senkaku

Keempatnya lalu dipindahkan ke zona bersebelahan di luar perairan teritorial pada Sabtu (26/11/2022).

Tak sampai disitu Matsuno, juru bicara pemerintah Jepang dilaporkan turut mengajukan protes keras ke China melalui saluran diplomatik usai tindakan penerobosan tersebut.

Sebelum konflik ini pecah, Senkaku telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara Asia Timur tersebut.

Jepang mempertahankan pendiriannya bahwa pulau kecil tersebut masuk dalam wilayah teritorialnya, sementara Tiongkok menganggap kawasan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negaranya.

Ketegangan seperti ini sebelumnya juga pernah terjadi, tercatat pada 15 November kemarin China diam - diam telah telah mengirim kapal penjaga pantai dengan meriam 76 mm ke zona lepas pantai Senkaku yang bersebelahan dengan perairan teritorial Jepang.

Tindakan ini dilakukan Beijing dua hari sebelum pelaksanaan tatap muka antara Jepang-China di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), pemerintah China hingga kini belum memberikan komentar apapun, namun tindakan tersebut tentunya menambah ketegangan yang telah terjadi di kawasan Asia Tenggara. Mengingat aksi penerobosan yang dilakukan kapal penjaga pantai China telah melanggar hukum internasional.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas