Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Komisi I DPR Nilai Pemerintah Sudah Maksimal Bersikap Terkait Perang Rusia-Ukraina

Sikap pemerintah menurut Christina pro aktif mengupayakan jalan damai untuk segera menghentikan perang melalui jalan dialog.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Komisi I DPR Nilai Pemerintah Sudah Maksimal Bersikap Terkait Perang Rusia-Ukraina
AFP/DIMITAR DILKOFF
Foto ini diambil pada 18 Oktober 2022, menunjukkan seorang penduduk setempat mengendarai sepeda di kota Izyum, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. - Lima minggu setelah pembebasan kota kecil di timur Ukraina, pertempuran lain sedang berlangsung, dengan armada peralatan konstruksi dan pekerja, untuk membangun kembali apa yang tersisa dari infrastruktur dan menghapus stigma pendudukan Rusia secepat mungkin. (Photo by Dimitar DILKOFF / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani menilai pemerintah RI sudah maksimal mengambil langkah merespons perang Rusia dan Ukraina yang sampai hari ini belum kunjung berakhir.

Sikap pemerintah menurut Christina pro aktif mengupayakan jalan damai untuk segera menghentikan perang melalui jalan dialog.

"Sejak awal terjadinya perang sampai terakhir di forum APEC setelah G20 pemerintah masih menyuarakan penyelesaian damai untuk segera menghentikan perang. Jadi pendapat saya upaya Indonesia sudah maksimal, proaktif mengambil sikap dan ini harus kita apresiasi," kata Christina saat menjadi pembicara dalam Forum Conference on Indonesian Foreign Policy di Jakarta, Sabtu (26/11/2022)

Dikatakan Christina peran Indonesia terlihat dari berbagai upaya yang telah dilakukan, baik dalam kapasitas sebagai negara maupun melalui IPU Task Force.

Dan peran ini dimainkan secara berimbang oleh Indonesia dengan menemui kedua pihak secara simultan. 

"Kita ketahui juga dalam pertemuan dengan Presiden Putin, Presiden Jokowi tegas menyampaikan Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk dan energi dapat segera diperbaiki. Ini selalu beliau ulang-ulang, ahkan di G20 kemarin Presiden Jokowi bicara soal pupuk di depan pemimpin negara maksudnya lebih ke soal segera hentikan perang," ucap Christina.

Pada konteks ini Christina juga menegaskan pengertian politik luar negeri bebas aktif yang selama ini banyak disalahpahami seakan-akan merupakan politik netral.

Baca juga: Balas Sanksi Pembatasan Minyak, Rusia Larang Penjualan Produk Energi ke Negara G7

"Tidak demikian. Bebas aktif artinya kita bebas menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional, namun tidak mengikatkan diri secara apriori pada satu kekuatan dunia. Jadi tetap aktif memberikan sumbangan pemikiran maupun partisipasi aktif dalam upaya menyelesaikan konflik, sengketa dan permasalahan dunia. Dalam kaitan ini saya lihat Presiden konsisten di jalur diplomasi bebas aktif ini," ujar Christina.

Dari sisi Indonesia, lanjut legislator Golkar ini, kita sudah melakukan banyak upaya untuk mendorong inisiasi dialog antar kedua negara meski tidak bisa mengharapkan langsung tercapai hasil karena situasi yang demikian kompleks. 

"Bagi saya ke depannya Indonesia perlu tetap konsisten mendorong upaya penyelesaian damai. Pesannya perang merugikan banyak pihak, perang harus segera diakhiri, ego kekuatan besar mana pun harus dikesampingkan dan utamakan kepentingan dunia dan umat manusia yang lebih besar. Itu sikap Indonesia yang menurut saya harus terus kita dorong dan gaungkan," pungkas Christina.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas