Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Kehilangan 10.000 hingga 13.000 Tentara dalam Perang Lawan Rusia

Angkatan bersenjata Ukraina sejauh ini telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang melawan Rusia.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Miftah
zoom-in Ukraina Kehilangan 10.000 hingga 13.000 Tentara dalam Perang Lawan Rusia
Selebaran / LAYANAN PERS PRESIDEN UKRAINA / AFP
Foto selebaran ini diambil dan dirilis oleh layanan pers Kepresidenan Ukraina pada 14 November 2022, menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil bagian dalam upacara peletakan bendera selama kunjungannya ke kota Kherson yang baru dibebaskan, menyusul mundurnya pasukan Rusia dari pusat strategis . 

TRIBUNNEWS.COM - Angkatan bersenjata Ukraina sejauh ini kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang melawan Rusia, kata Penasihat Presiden Mykhailo Podolyak kepada jaringan televisi Ukraina.

Dilansir Al Jazeera, pernyataan itu tampaknya menjadi perkiraan pertama korban tewas sejak akhir Agustus 2022.

Kala itu, panglima angkatan bersenjata mengatakan hampir 9.000 personel militer tewas.

“Kami memiliki angka resmi dari staf umum, kami memiliki angka resmi dari komando tertinggi, dan jumlahnya [antara] 10.000 dan 12.500 hingga 13.000 tewas,” kata Podolyak kepada saluran Kanal 24.

“Kami terbuka untuk membicarakan jumlah korban tewas,” tambahnya.

Dia mengatakan lebih banyak tentara yang terluka daripada yang tewas.

Baca juga: Pentagon Teken Kesepakatan Senilai 1,2 Miliar Dolar AS untuk Sistem Pertahanan Udara Ukraina

Rusia kecam seruan pejabat tinggi Uni Eropa untuk membentuk pengadilan khusus

Lebih jauh, Kremlin mengecam seruan pejabat tinggi Uni Eropa (UE) untuk membentuk pengadilan khusus guna mengadili kemungkinan kejahatan perang oleh pejabat tinggi Rusia di Ukraina.

Moskow mengatakan badan semacam itu tidak sah dan tidak dapat diterima Moskow.

Sementara, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut pengadilan khusus dapat didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Adapun upaya untuk membentuk semacam pengadilan: Mereka tidak akan memiliki legitimasi, tidak akan diterima oleh kami dan kami akan mengutuk mereka,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Ukraina telah mendorong pengadilan untuk mengadili para pemimpin militer dan politik Rusia atas invasi Moskow pada 24 Februari.

Namun belum ada konsensus tentang bentuk badan seperti apa yang akan diambil

Baca juga: Ukraina Klaim Semua Anggota NATO Menyetujui Keanggotaannya

Foto selebaran ini diambil dan dirilis oleh layanan pers Kepresidenan Ukraina pada 14 November 2022, menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil bagian dalam upacara peletakan bendera selama kunjungannya ke kota Kherson yang baru dibebaskan, menyusul mundurnya pasukan Rusia dari pusat strategis .
Foto selebaran ini diambil dan dirilis oleh layanan pers Kepresidenan Ukraina pada 14 November 2022, menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil bagian dalam upacara peletakan bendera selama kunjungannya ke kota Kherson yang baru dibebaskan, menyusul mundurnya pasukan Rusia dari pusat strategis . (Selebaran / LAYANAN PERS PRESIDEN UKRAINA / AFP)

Prancis dan AS siap bantu perdamaian Rusia vs Ukraina

Prancis dan Amerika Serikat (AS) sepakat tentang perlunya untuk terus mendukung Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.

"Paris dan Washington akan berada di sana untuk membangun perdamaian, begitu waktunya tepat," kata Presiden Emmanuel Macron pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari AS pada Kamis (1/12/2022).

"Ketika saatnya tepat dan dalam kondisi wilayah mereka yang akan ditentukan oleh Ukraina, kami akan berada di sana untuk membantu membangun perdamaian," kata Macron.

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas