Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Minta Uni Eropa Berikan Sanksi untuk Rusia Terkait Produksi Rudal

Rusia telah menggunakan rudal untuk melakukan serangan di kota-kota Ukraina, termasuk menyerang situs infrastruktur utama seperti jaringan listrik

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Ukraina Minta Uni Eropa Berikan Sanksi untuk Rusia Terkait Produksi Rudal
VALENTYN OGIRENKO / X03345 / AFP
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba. Dmytro Kuleba meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait produksi rudal. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, KYIV – Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait produksi rudal.

“Produksi rudal Rusia harus segera dihentikan,” cuit Kuleba.

Cuitan Dmytro Kuleba dibuat ketika ia melakukan pertemuan dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan juga berterima kasih kepada Uni Eropa atas bantuan pertahanan yang telah diberikan kepada Ukraina.

Baca juga: Ukraina Dakwa Para Pendeta Biara Kiev Pechersk Lavra Mendoakan Rusia

Seperti diketahui, Rusia telah menggunakan rudal untuk melakukan serangan di kota-kota Ukraina, termasuk menyerang situs infrastruktur utama seperti bagian dari jaringan listrik negara itu.

AS Tuduh Moskow Ingin Pecah Belah Koalisi Barat

Dikutip dari VoA News, Amerika Serikat akan terus bertekad untuk mendukung Kyiv dalam perjuangannya melawan invasi Rusia.

Adapun, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa saat ini Presiden Rusia Vladimir Putin tengah memfokuskan "api dan kemarahan" terhadap penduduk sipil Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-282: Kyiv Batasi Organisasi Keagamaan Berhubungan dengan Moskow

“Panas, air, listrik adalah target baru Presiden Putin. Dia memukul mereka dengan keras. Kekejaman terhadap rakyat Ukraina ini sungguh amat biadab,” kata Blinken.

Diplomat tinggi AS itu pun juga menuduh Putin yang ingin mencoba memecah belah koalisi Barat yang mendukung Ukraina.

“Strategi ini belum dan tidak akan berhasil,” kata Blinken.

“Kami akan terus membuktikan bahwa dia salah. Itulah yang saya dengar dengan lantang dan jelas dari setiap negara di Bucharest ini,” tambahnya.

Komisi Eropa Usulkan Bentuk Pengadilan khusus Rusia

Baca juga: Rusia Klaim Serangan terhadap Infrastruktur Vital Ukraina Sah secara Militer

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan dibentuknya pengadilan khusus untuk mengadili kejahatan Rusia terhadap Ukraina.

Dia juga mengatakan Rusia dan oligarkinya perlu membayar biaya untuk membangun kembali Ukraina dari kerusakan yang dilakukan oleh pasukan Rusia sejak mereka menginvasi Ukraina pada Februari.

“Kejahatan mengerikan Rusia tidak akan luput dari hukuman,” kata von der Leyen di Bucharest saat menteri luar negeri NATO membahas dukungan berkelanjutan untuk Ukraina.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas