Tribun

Pesawat Tempurnya Kembali Serang Gaza, Uni Eropa Minta Pertanggungjawaban Israel

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk penembakan Mufleh dan mengatakan tindakan tersebut "sama saja dengan eksekusi".

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pesawat Tempurnya Kembali Serang Gaza, Uni Eropa Minta Pertanggungjawaban Israel
Al Jazeera
Para pelayat menghadiri pemakaman komandan senior kelompok Jihad Islam, Khaled Mansour, dan warga Palestina lainnya yang tewas dalam serangan udara Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 7 Agustus 2022 [Ibraheem Abu Mustafa/Reuters] 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

 
TRIBUNNEWS.COM, GAZA - Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang tempat-tempat di Jalur Gaza, meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut saat 10 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak pekan lalu.

Militer Israel mengatakan serangan udara pada dini hari (04/12/2022) ini menargetkan fasilitas pembuatan senjata dan terowongan bawah tanah milik Hamas, menurut kantor berita Associated Press.

“Serangan semalam melanjutkan kemajuan untuk menghambat pembangunan pasukan," kata tentara Israel mengacu pada Hamas, yang dikutip dari Al Jazeera.

Serangan pesawat tempur Israel datang setelah sebuah roket mendarat di Israel selatan. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuan roket tersebut, yang diklaim Israel mendarat di area terbuka dekat pagar pemisah Israel pada Sabtu (3/12/2022) malam tanpa menimbulkan korban atau kerusakan infrastruktur.

Sementara serangan udara di Gaza terjadi menyusul kemarahan atas penembakan dari jarak dekat terhadap seorang pemuda Palestina bernama Ammar Mufleh, 23 tahun, oleh seorang tentara Israel pada Jumat (2/12/2022) siang.

Penembakan tersebut terekam dalam sebuah rekaman video mengerikan yang memicu kemarahan di kalangan warga Palestina, dengan menyerukan orang-orang di media sosial untuk meningkatkan perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Baca juga: Israel Serang Gaza setelah Gencatan Senjata Mulai Berlaku sebagai Tanggapan Tembakan Roket

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk penembakan Mufleh dan mengatakan tindakan tersebut "sama saja dengan eksekusi".

Para aktivis Palestina serta pengguna media sosial menggunakan tagar "Eksekusi Huwara" dalam bahasa Arab, menyerukan tanggapan atas kejahatan yang dilakukan oleh pasukan Israel.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya tingkat kekerasan di jalur Gaza.

Baca juga: Tewaskan Anak dan Warga Sipil, Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel di Gaza 

“Selama hari-hari terakhir saja, 10 warga Palestina telah dibunuh oleh ISF (Pasukan Keamanan Israel). Pembunuhan tragis kemarin terhadap seorang pria Palestina, Ammar Mufleh, oleh anggota ISF (Pasukan Keamanan Israel) adalah contoh terbaru,” kata Borrell.

“Fakta yang tidak dapat diterima seperti itu harus diselidiki dan harus ada pertanggungjawaban penuh. Di bawah hukum internasional, kekuatan mematikan hanya dibenarkan dalam situasi di mana terdapat ancaman serius dan segera terhadap kehidupan,” tambahnya.

Setidaknya tercatat 207 warga Palestina tewas di wilayah pendudukan Jalur Gaza dan Yerusalem Timur sepanjang tahun ini.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas