Tribun

Virus Corona

Presiden China Xi Jinping Tidak Mau Terima Vaksin Covid-19 Buatan Barat

Presiden China Xi Jinping tidak mau menerima vaksin Covid-19 buatan Barat meskipun kini Beijing tengah menghadapi lonjakan kasus virus Corona.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Presiden China Xi Jinping Tidak Mau Terima Vaksin Covid-19 Buatan Barat
Mark Schiefelbein/AP Photo
Presiden Tiongkok Xi Jinping - Presiden China Xi Jinping tidak mau menerima vaksin Covid-19 buatan Barat meskipun kini Beijing tengah menghadapi lonjakan kasus virus Corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden China Xi Jinping tidak mau menerima vaksin Covid-19 buatan Barat meskipun kini Beijing tengah menghadapi lonjakan kasus virus Corona.

Direktur Intelijen Amerika Serikat (AS) Avril Haines mengatakan Xi Jinping lebih mengandalkan vaksin buatan China yang tidak seefektif vaksin Barat dalam melawan Covid-19 varian Omicron.

"Xi tidak mau mengambil vaksin yang lebih baik dari Barat, dan malah mengandalkan vaksin di China yang tidak seefektif melawan Omicron," kata Haines saat berbicara di Forum Pertahanan Nasional Reagan tahunan di California, Sabtu (3/12/2022).

Lebih lanjut, Haines memberikan tanggapan mengenai aksi protes baru-baru ini di China yang mengancam kekuasaan partai Komunis.

Menurut Haines, protes kebijakan nol-Covid oleh warga China tidak akan menjadi ancaman terhadap rezim.

"Melihat protes dan tanggapannya bertentangan dengan narasi yang dia suka kemukakan, yaitu bahwa China jauh lebih efektif dalam pemerintahan," kata Haines.

Baca juga: Xi Jinping Ubah Kebijakan Covid-19, Pembatasan di China Mulai Diperlonggar

"Ini, sekali lagi, bukan sesuatu yang kami lihat sebagai ancaman terhadap stabilitas saat ini, atau perubahan rezim atau semacamnya."

"Bagaimana perkembangannya akan penting bagi posisi Xi," tambahnya.

Pekan lalu pihak berwenang tiba-tiba mencabut pembatasan Covid-19 di Kota Guangzhou dan Chongqing di China, tempat pengunjuk rasa bentrok dengan polisi.

Pada hari Sabtu, Kota Shenzhen di selatan mengumumkan tidak lagi mengharuskan orang menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif untuk menggunakan transportasi umum atau memasuki taman.

Langkah serupa sebelumnya dilakukan oleh Chengdu dan Tianjin, yang termasuk kota-kota terbesar di China.

Banyak stan tes Covid-19 di Beijing ditutup karena ibu kota berhenti menuntut hasil tes negatif sebagai syarat untuk memasuki tempat-tempat seperti supermarket.

Dalam upaya nyata untuk mengatasi kemarahan pada kebijakan nol-Covid yang awalnya memicu protes, pihak berwenang juga mengumumkan rencana untuk meningkatkan vaksinasi orang tua.

China belum menyetujui vaksin asing, memilih yang diproduksi di dalam negeri, yang menurut beberapa penelitian tidak seefektif beberapa vaksin asing.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas