Tribun

Biaya Makan Malam Natal Tradisional di Inggris Naik Tiga Kali Lebih Cepat dari Upah

Harga makan telah naik rata-rata mencapai 18 persen dalam waktu satu tahun, sementara upah naik hanya 5,7 persen.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Biaya Makan Malam Natal Tradisional di Inggris Naik Tiga Kali Lebih Cepat dari Upah
pexels.com/Gary Spears
Ilustrasi Natal. Penelitian yang dilakukan Trades Union Congress (TUC) Inggris menunjukkan bahwa biaya barang-barang untuk makan malam Natal tradisional telah meningkat tiga kali lebih cepat dari upah tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Penelitian yang dilakukan Trades Union Congress (TUC) Inggris menunjukkan bahwa biaya barang-barang untuk makan malam Natal tradisional telah meningkat tiga kali lebih cepat dari upah tahun ini.

Ini disampaikan dalam serangkaian perhitungan untuk mendukung seruannya agar ada lebih banyak tindakan yang diambil pemerintah demi menghadapi krisis biaya hidup di negara itu.

Organisasi serikat pekerja ini mengatakan bahwa makanan pokok Natal seperti kalkun, babi, wortel dan kentang panggang, harganya telah naik rata-rata mencapai 18 persen dalam waktu satu tahun, sementara upah naik hanya 5,7 persen.

Baca juga: Survei: Perayaan Natal Tahun Ini di Inggris Diprediksi Kurang Meriah Akibat Krisis Biaya Hidup

Dikutip dari laman The Guardian, Selasa (6/12/2022), data inflasi resmi terbaru juga menunjukkan bahwa beberapa komponen makan malam Natal telah naik lebih dari 18 persen.

Kategori makanan yang mencakup saus cranberry dan saus roti telah meningkat sebesar 33 persen dalam setahun, enam kali lipat dari upah.

Selain itu, biaya memasak makan malam Natal tahun ini diprediksi jauh lebih mahal dibandingkan tahun lalu karena harga energi yang melonjak.

Menurut data terbaru Kantor Statistik Nasional Inggris, harga listrik dan gas melonjak masing-masing sebesar 66 persen dan 129 persen dalam waktu 12 bulan, hingga Oktober 2022.

"Jika upah naik sebanyak biaya seekor kalkun Natal ini, rata-rata pekerja akan mendapat tambahan 76 poundsterling seminggu dalam paket gaji mereka," kata TUC.

Data inflasi menunjukkan bahwa harga unggas naik sebesar 19,7 persen selama 12 bulan.

TUC bukanlah satu-satunya, diperkirakan akan ada organisasi lainnya yang menghitung biaya makan malam Natal, di tengah indikasi bahwa musim ini akan ada makanan dengan 'tarif yang lebih hemat' di banyak meja makan warga Inggris.

Menurut keranjang belanja yang disatukan oleh platform investasi Interactive Investor, makan malam kalkun Natal akan menelan biaya 11,4 persen lebih tinggi dari tahun lalu.

Daftar belanja yang dikeluarkan minggu lalu memadukan barang mewah seperti mahkota kalkun organik dengan produk-produk dasar dari supermarket, dan tagihan untuk 16 item dalam membuat makanan bagi keluarga yang beranggotakan empat orang mencapai 89,11 poundsterling.

Baca juga: Inflasi Bikin Sarapan Jadi Mahal bagi Orang Inggris

Situasinya bahkan lebih buruk bagi kaum vegetarian, karena tagihan makan malam Natalnya dihitung naik 19 persen dipicu harga kacang panggang yang melonjak 27 persen.

TUC menyerukan kepada para menteri untuk memberikan kenaikan gaji yang didanai penuh dan biaya hidup kepada para pekerja sektor publik, serta menaikkan upah minimum menjadi 15 poundsterling per jam 'sesegera mungkin'.

Sekretaris Jenderal TUC, Frances O'Grady mengatakan bahwa Natal harus menjadi waktu untuk perayaan.

"Setiap orang harus bisa menikmati kalkun dan semua hiasannya sambil bersantai bersama keluarga. Namun melonjaknya harga makanan dan energi mengindikasikan bahwa akan ada banyak keluarga yang berjuang untuk membiayai perayaan tersebut. Dan faktanya, banyak pekerja yang takut dengan tahun baru," tegas O'Grady.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas